Gempa Pangandaran 28 Desember 2023: Kekuatan, Dampak hingga Penyebab

(Foto oleh dutourdumonde dari iStockphoto)

Gempa bumi adalah fenomena guncangan yang terjadi pada permukaan bumi, yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dapat disebabkan oleh beberapa jenis, antara lain:

1. Gempa bumi tektonik: Disebabkan oleh pelepasan energi yang terakumulasi di antara dua atau lebih lempeng bumi yang gempa bumi.

2. Gempa bumi vulkanik: Disebabkan oleh aktivitas vulkanik, seperti pergerakan dari magma atau lava di dalam gunung berapi.

3. Gempa bumi letusan gunung berapi: Disebabkan oleh tekanan yang terakumulasi dalam magma yang ada di dalam yang akhirnya terjadi letusan dan menghasilkan gempa.

4. Gempa bumi runtuhan: Disebabkan oleh runtuhan gua atau tambang bawah tanah.

Gempa bumi dapat menyebabkan berbagai dampak, seperti kerusakan yang luas, tsunami, tanah longsor, dan runtuhnya tanah kerusakan lingkungan. Selain itu, gempa bumi juga dapat mempengaruhi ekosistem dan mengganggu pasokan air bersih. Langkah-langkah pencegahan menjadi penting untuk mengurangi dampak gempa bumi, seperti bangunan tahan gempa dan pendahuluan gempa.

Pangandaran diguncang gempa bumi pada 28 Desember 2023. Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini terasa hingga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Lantas, apa penyebab gempa bumi tersebut? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

1. Kekuatan Gempa Pangandaran 28 Desember 2023

Gempa hari ini Kamis (28/12/2023) terjadi di Pangandaran pada pukul 05.43 WIB. Dikutip dari unggahan Twitter BMKG @infoBMKG, gempa Pangandaran hari ini berkekuatan M 5,5.

"#Gempa Mag:5.5, 28-Des-23 05:43:54 WIB, Lok:8.11 LS,107.89 BT (80 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:14 Km, #BMKG," demikian tulis BMKG, Kamis (28/12/2023).

2. Gempa Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Pangandaran 28 Desember 2023 terjadi pada kedalaman 14 kilometer. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Tdk berpotensi tsunami #BMKG," kata BMKG.

3. Daerah yang Merasakan

Gempa bumi di Pangandaran hari ini terasa hingga ke sejumlah wilayah di Jawa Barat. Berikut ini daftar daerah yang ikut merasakan getaran gempa Pangandaran beserta skala MMI nya.

- Skala MII II-II

Bandung
- Skala MMI III:

Cilacap
Pelabuhan Ratu
Sukabumi
- Skala MMI IV:

Garut

4. Dampak Gempa: 2 Bangunan di Tasikmalaya Rusak

Gempa M 5,5 di Pangandaran menyebabkan dua bangunan di Kabupaten Tasikmalaya rusak. Bangunan pertama yang rusak adalah kantor KUA.

"Betul kantor KUA Cipatujah Ambruk, barang-barang rusak tertimpa. Untungnya gak ada korban jiwa," kata Iptu Tono, Kapolsek Cipatujah, seperti dilansir detikJabar, Kamis (28/12/23).

Selain itu, satu rumah warga di Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya juga rusak. Dinding bagian belakang rumah ambruk, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

"Laporan masuk satu rumah rusak di Desa Sukarasa milik Pak Abud. Kami terus menelusuri laporan dari tim di lapangan," kata Jembar Adi Setia, Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya.

5. Penyebab Gempa Pangandaran 28 Desember 2023

Gempa bumi M 5,5 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat. BMKG mengungkap penyebab gempa Pangandaran 28 Desember 2023.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran dalam Lempeng Eurasia," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis.

Daryono mengungkapkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser-naik.

"Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Garut dengan skala intensitas IV MMI, daerah Cilacap, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Cianjur, Pangandaran dengan skala intensitas III MMI, di daerah Bandung, Bogor dengan skala intensitas II-III MMI ," ungkapnya.

Next Post Previous Post