Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Minggu 29 Juni 2025
![]() |
(Foto IHSG melalui laman Google Finansial) |
Pada perdagangan Kamis, 26 Juni 2025, IHSG berhasil menguat sebesar 0,96% ke level 6.897,40, menandai penutupan pekan yang sedikit rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Namun demikian, jika dilihat secara mingguan, IHSG masih mencatatkan penurunan sebesar 1,02%, menunjukkan adanya tekanan pasar yang masih cukup terasa. Volume perdagangan pada Kamis mencapai 21,02 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,74 triliun, yang menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meskipun ada sentimen negatif yang membayangi.
Tekanan utama yang mempengaruhi IHSG dalam pekan terakhir berasal dari beberapa faktor global dan domestik. Pertama, konflik geopolitik antara Israel dan Iran yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia, berimbas pada kekhawatiran defisit APBN Indonesia yang bisa memburuk akibat kenaikan harga energi. Kedua, keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan tanpa pemangkasan dalam waktu dekat membuat pasar emerging market, termasuk Indonesia, kurang menarik bagi investor asing. Hal ini tercermin dari aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham Indonesia selama beberapa pekan terakhir.
Secara teknikal, analis dari MNC Sekuritas menyebutkan bahwa meskipun IHSG terkoreksi, indeks masih tertahan di level moving average 20 hari (MA20), yang bisa menjadi support teknikal penting untuk rebound jangka pendek. Prediksi untuk perdagangan Senin (30/6) berada di kisaran 6.800 hingga 6.950, dengan potensi penguatan terbatas namun tetap waspada terhadap volatilitas pasar.
Rekomendasi Saham Minggu Terakhir Juni 2025
Dalam kondisi pasar yang penuh tekanan dan volatilitas ini, sejumlah analis memberikan rekomendasi saham yang dianggap memiliki potensi untuk bertahan atau rebound dalam jangka pendek:
📈 ANTM (Aneka Tambang): Saham dari sektor barang baku ini direkomendasikan untuk dicermati dengan target harga jangka pendek sekitar Rp3.100 per saham. ANTM menjadi salah satu saham yang berpotensi rebound karena pergerakan teknikal yang menunjukkan peluang pemulihan.
📈 JPFA (Japfa Comfeed Indonesia): Direkomendasikan dengan target harga sekitar Rp1.600 per saham. Saham ini juga dianggap memiliki potensi rebound terkait dengan sentimen positif dari sektor agribisnis dan konsumsi.
Saham Pilihan dari Sekuritas
📈 BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan BRPT dan SSIA.
📈 BNI Sekuritas menyarankan BUMI, INET, BKSL, dan CUAN.
📈 Phillip Sekuritas merekomendasikan AYLS dan DEWA.
📈 MNC Sekuritas memberikan rekomendasi pada BBNI, ULTJ, dan BKSL.
Saham-saham ini dipilih berdasarkan analisis fundamental dan teknikal serta prospek sektor masing-masing.
Sektor Konsumer Primer: Saham-saham seperti ICBP, INDF, MYOR, dan UNVR mendapat rekomendasi buy pada pertengahan Juni 2025, mengingat sektor ini cenderung lebih stabil dan memiliki permintaan yang relatif konsisten.
Saham Energi dan Metal Mining: Seiring dengan rebound IHSG di awal Juni, saham-saham sektor energi dan pertambangan logam seperti GEMS (Golden Energy Mines) juga menjadi perhatian investor, terutama saat IHSG mengalami koreksi sebelumnya.
Sentimen Pasar dan Faktor Risiko
Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global dan kebijakan moneter global. Meredanya konflik Timur Tengah sedikit menurunkan harga minyak dan emas, yang sempat menjadi tekanan bagi IHSG, namun risiko geopolitik tetap menjadi faktor yang harus diwaspadai. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS selama pekan ini menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik.
Investor juga perlu memperhatikan aksi jual asing yang masih berlangsung, yang dapat menekan harga saham terutama di sektor perbankan dan barang baku. Oleh karena itu, pengelolaan risiko seperti penentuan level cut loss dan take profit sangat disarankan.
Kesimpulan
Pada Minggu terakhir Juni 2025, IHSG menunjukkan tanda-tanda rebound terbatas setelah pekan sebelumnya mengalami tekanan jual yang cukup besar akibat faktor geopolitik dan kebijakan moneter global. IHSG ditutup menguat pada Kamis 26 Juni di level 6.897,40, namun masih mencatatkan penurunan mingguan sebesar 1,02%.
Rekomendasi saham untuk diperhatikan meliputi 📈 ANTM, JPFA, serta saham-saham pilihan dari berbagai sekuritas seperti 📈 BRPT, SSIA, BUMI, INET, BKSL, CUAN, AYLS, DEWA, BBNI, dan ULTJ. Saham konsumer primer dan sektor energi juga menjadi fokus investor untuk diversifikasi portofolio.