Dana Asing Rp1,52 Triliun Masuk, BBRI dan BBCA Jadi Incaran

Dana Asing Rp1,52 Triliun Masuk, BBRI dan BBCA Jadi Incaran
(Foto Saham BBCA dari Google Finansial)

Dana asing senilai Rp1,52 triliun mengalir ke pasar saham Indonesia pada perdagangan tanggal 13 Agustus 2025. Mayoritas dana tersebut mengalir ke saham sektor perbankan, terutama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang menjadi incaran utama investor asing. 

Pada hari itu, saham BBRI mencatat net buy asing sebesar sekitar Rp405,78 miliar, sementara BBCA mencatat net buy asing sebesar Rp276,10 miliar. Aliran dana asing ini tidak hanya terjadi pada kedua bank besar tersebut, tetapi juga pada saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang mencapai Rp722,49 miliar, serta saham lain seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Dana asing yang masuk ini turut mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada penutupan perdagangan naik 1,30% ke level 7.892,91, dengan IHSG sempat mencapai posisi tertinggi di level 7.903,05 pada hari tersebut. Kinerja pasar yang positif ini didukung terutama oleh aliran dana asing ke saham-saham besar sektor keuangan dan teknologi, di mana sektor teknologi, kesehatan, dan properti menjadi tiga sektor dengan kenaikan tertinggi.

Meskipun demikian, jika dilihat secara year-to-date (ytd), pasar saham Indonesia masih mencatat net foreign sell sebesar Rp42,07 triliun, yang menunjukkan bahwa aliran dana asing masih dalam tahap pemulihan. Namun, aksi beli pada saham perbankan besar ini menunjukkan keyakinan investor asing pada fundamental sektor perbankan Indonesia.

Melihat kinerja individu BBRI dan BBCA pada semester pertama 2025, terdapat perbedaan performa antara keduanya. BBRI mencatat penurunan laba bersih sebesar 8,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp12,7 triliun pada kuartal II 2025, dengan total laba semester I 2025 sekitar Rp26,3 triliun, turun 11,5% YoY. 

Meskipun demikian, net interest margin (NIM) BBRI tetap stabil di 8,2% dan pertumbuhan kredit tercatat meningkat. Saham BBRI masih dianggap memiliki potensi kenaikan sebesar hampir 30% pada sisa tahun 2025 berdasarkan target harga analis.

Di sisi lain, BBCA menunjukkan kinerja keuangan yang lebih solid dengan laba bersih naik 8% YoY menjadi Rp29 triliun pada semester I 2025. NIM BBCA tetap stabil di level 6,3% dan pertumbuhan kredit BBCA meningkat sebesar 13% YoY. 

BBCA juga mampu mengendalikan beban operasional secara efektif, sehingga sahamnya direkomendasikan tetap dibeli dengan potensi kenaikan lebih dari 38% pada tahun 2025.

Secara keseluruhan, masuknya dana asing sebesar Rp1,52 triliun ke saham perbankan seperti BBRI dan BBCA menjadi indikator positif bagi pergerakan pasar saham Indonesia di sisa tahun 2025. 

Next Post Previous Post