GOTO Laporkan Kinerja Keuangan Solid Semester I 2025
![]() |
| (Foto Saham GoTo dari Google Finansial) |
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan kinerja keuangan solid untuk semester I tahun 2025 dengan beberapa poin utama sebagai berikut:
Pendapatan Bersih: GOTO mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp8,6 triliun, tumbuh 11% year-on-year dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang Rp7,73 triliun.
Penurunan Biaya dan Beban: Total biaya dan beban turun 8% menjadi Rp8,7 triliun. Penurunan terjadi di beberapa pos yaitu beban pokok pendapatan turun 2% menjadi Rp3,6 triliun, beban umum dan administrasi turun 22% menjadi Rp1,9 triliun, beban penjualan dan pemasaran turun 7,1% menjadi Rp1,3 triliun, biaya operasional dan pendukung turun 8% menjadi Rp462 miliar, dan beban penyusutan dan amortisasi turun 27% menjadi Rp356 miliar.
Rugi Usaha: Menyusut drastis 90% menjadi Rp172 miliar per akhir Juni 2025.
Rugi Bersih: Rugi bersih turun 74% year-on-year dari Rp2,8 triliun menjadi Rp742 miliar.
EBITDA: GOTO berhasil mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp820 miliar untuk semester I 2025, dan EBITDA Grup positif selama tiga kuartal berturut-turut dengan Rp292 miliar di kuartal II 2025.
Selain itu, GOTO juga mencatatkan laba usaha positif sebesar Rp21 miliar pada kuartal II 2025, yang merupakan perubahan positif dari kerugian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Posisi Kas dan Neraca: GOTO memiliki posisi kas sehat sebesar Rp18,2 triliun (setara US$1,1 miliar) pada 30 Juni 2025.
Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo, menyatakan bahwa pencapaian ini didukung oleh investasi di infrastruktur teknologi, migrasi cloud yang sukses, dan perkembangan pesat dalam strategi AI yang memperkuat posisi perusahaan untuk pertumbuhan masa depan. GOTO optimistis untuk mencapai target EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun untuk seluruh tahun 2025.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang didukung oleh efisiensi biaya dan lonjakan EBITDA, GOTO menunjukkan tren perbaikan profitabilitas yang kuat dan menjaga neraca keuangan yang solid hingga pertengahan 2025.


