Kurs Dolar-Rupiah Hari Ini, Bank BCA, Jumat 8 Agustus 2025, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 16.295
![]() |
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Dalam pekan terakhir hingga 8 Agustus 2025, rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS setelah sebelumnya sempat melemah di awal Agustus. Selama tujuh hari terakhir, nilai tukar dolar terhadap rupiah berfluktuasi antara Rp16.321 dan Rp16.490, dengan tren penguatan pada beberapa hari terakhir. Pada 7 Agustus misalnya, rupiah ditutup pada kisaran Rp16.286 per dolar, meningkat sekitar 0,46% dari hari sebelumnya.
Penguatan rupiah tersebut didorong oleh beberapa faktor utama:
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Pasar antisipatif bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September 2025 guna meredam tekanan ekonomi, yang membuat dolar AS melemah terhadap mata uang lain, termasuk rupiah.
Data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan pada sektor jasa dan penggajian non-pertanian sehingga memperkuat sentimen bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga guna merangsang ekonomi.
Cadangan devisa Indonesia yang masih tinggi, meskipun sedikit turun dari US$152,6 miliar pada Juni menjadi US$152,0 miliar pada Juli 2025, masih menunjukkan ketahanan eksternal Indonesia yang kuat untuk menopang nilai tukar rupiah.
Stabilisasi kebijakan Bank Indonesia yang juga berkontribusi menjaga nilai tukar tetap terkendali di kisaran tersebut.
Rupiah tidak hanya menguat terhadap dolar AS tapi juga terhadap beberapa mata uang Asia lainnya seperti yen Jepang, dolar Singapura, dan won Korea, menunjukkan tren positif nilai tukar rupiah di tengah pergerakan global.
Namun, pergerakan nilai tukar selalu dipengaruhi sentimen dan risiko eksternal maupun domestik yang fluktuatif sehingga kisaran harga tukar antara Rp16.230 hingga Rp16.295 pada hari tersebut mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil dengan volatilitas moderat.
Secara ringkas, besaran kurs Rp 16.295 di Bank BCA pada tanggal tersebut mencerminkan nilai tukar rupiah yang menguat dibanding pekan sebelumnya, dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan kebijakan moneter yang saling berinteraksi dalam jangka pendek.


