Prospek Saham ADRO 2030: Kunci Pertumbuhan dari Energi Terbarukan dan Smelter

Prospek Saham ADRO 2030: Kunci Pertumbuhan dari Energi Terbarukan dan Smelter
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menargetkan transisi besar dalam bisnisnya hingga tahun 2030 dengan fokus pada energi terbarukan dan pengembangan smelter aluminium. Salah satu proyek utama ADRO adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang Induk di Kalimantan Utara dengan kapasitas sekitar 1,3-1,375 GW yang diperkirakan mulai beroperasi pada 2030. 

PLTA ini diharapkan dapat memasok listrik hijau untuk kawasan industri, termasuk smelter aluminium ADRO, yang akan mendukung produksi aluminium ramah lingkungan atau green aluminium.

Saham ADRO

Prospek Saham ADRO 2030: Kunci Pertumbuhan dari Energi Terbarukan dan Smelter
(Foto Saham ADRO dari Google Finansial)
Selain PLTA, ADRO juga mengembangkan bisnis energi terbarukan lain seperti solar photovoltaic (PLTS) dan sistem penyimpanan energi baterai. Perusahaan menargetkan sekitar 50% pendapatan pada 2030 berasal dari lini bisnis non-batu bara termasuk batu bara kokas (metalurgi) dan energi baru terbarukan. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung transisi energi dan net zero emission di Indonesia.

Proyek smelter aluminium ADRO diharapkan selesai tahap pertama pada 2025 dengan kapasitas 500.000 ton per tahun, yang kemudian akan menggunakan energi bersih dari PLTA. 

Keberhasilan proyek-proyek ini didukung oleh kekuatan finansial perusahaan dan berbagai opsi pendanaan, termasuk kas internal, pasar modal, dan pinjaman.

Secara keseluruhan, prospek saham ADRO hingga 2030 cukup positif dengan diversifikasi bisnis ke energi hijau dan peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi mineral, yang dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan perusahaan.

Next Post Previous Post