Prospek Saham PACK Setelah Rilis Rencana Right Issue Berbalut OWK
![]() |
| (Foto Harga Saham PACK dari Google Finansial) |
Berikut adalah poin utama terkait prospek dan rencana tersebut:
PACK sedang melakukan transformasi besar dari bisnis lama di bidang digital printing dan kemasan fleksibel ke sektor tambang nikel, dengan target mengakuisisi dua perusahaan tambang nikel, yaitu PT Konutara Sejati (30% saham senilai USD 68,7 juta) dan PT Karyatama Konawe Utara (34,5% saham senilai USD 100,08 juta), total sekitar Rp2,74 triliun.
Untuk membiayai akuisisi ini, PACK akan menerbitkan OWK yang dapat dikonversi menjadi maksimal 35 miliar saham baru.
Ini jauh melebihi jumlah saham lama yang saat ini sekitar 1,6 miliar lembar, sehingga berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan sangat besar, hingga 95,58% bagi pemegang saham lama yang tidak ikut menebus haknya[web
Harga saham teoritis setelah konversi diperkirakan turun drastis dari sekitar Rp3.600-an menjadi sekitar Rp200-an per saham, yang mencerminkan efek dilusi sangat besar, walaupun kapitalisasi pasar secara nominal akan naik karena jumlah saham beredar meningkat tajam.
Akuisisi aset tambang nikel ini diharapkan memberikan kontribusi laba yang lebih kuat ke depan, dengan potensial laba konsolidasi dari dua perusahaan nikel tersebut mencapai sekitar Rp142 miliar per tahun, yang bisa meningkatkan kinerja keuangan PACK jika operasional tambang berjalan baik.
Investor saat ini menanggapi rencana ini dengan negatif terlihat dari tekanan jual dan anjloknya harga saham PACK, mencerminkan kekhawatiran terhadap risiko dilusi dan ketidakpastian keberhasilan transformasi bisnis.
Manajemen menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memasuki sektor mineral dan energi hijau, yang memiliki potensi pertumbuhan lebih menarik dibandingkan bisnis lama yang stagnan.
Singkatnya, prospek saham PACK sangat bergantung pada keberhasilan transformasi dan kinerja operasional dari aset tambang nikel yang diakuisisi. Risiko dilusi sangat tinggi, sehingga saham ini saat ini berpotensi volatil dan berisiko.
Namun, jika aset tambang mampu menghasilkan laba yang signifikan, valuasi saham bisa kembali meningkat dan memberikan nilai tambah di masa depan. Investor harus mempertimbangkan risiko dan potensi ini sebelum mengambil keputusan investasi.


