Tokopedia Dikabarkan PHK 420 Karyawan di Bulan Agustus 2025
Tokopedia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap sekitar 420 karyawan dalam dua bulan terakhir pada tahun 2025. Gelombang PHK ini terjadi dalam dua tahap, yaitu pada Juli 2025 sebanyak 180 karyawan dan pada Agustus 2025 sebanyak 240 karyawan.
PHK ini merupakan bagian dari penyesuaian dan efisiensi organisasi pasca akuisisi Tokopedia oleh TikTok, yang melakukan evaluasi rutin terhadap kebutuhan bisnis untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan layanan kepada pengguna.
Divisi yang paling terdampak PHK meliputi tim teknologi informasi (IT), customer care, serta bagian pemenuhan pesanan dan gudang. Layanan gudang pintar Tokopedia bahkan dilaporkan ditutup pada 15 Agustus 2025, yang menyebabkan pengurangan karyawan di bagian tersebut.
Selain itu, sebagian tim teknis Tokopedia dialihkan untuk berkoordinasi dengan TikTok di China. Langkah ini juga dianggap sebagai bentuk penyatuan sumber daya manusia antara Tokopedia dan TikTok Shop yang digabungkan.
Kabar PHK ini sempat beredar melalui media sosial dan konfirmasi dari beberapa pimpinan Tokopedia berdarah Tiongkok, yang mengaitkan PHK dengan siklus Penilaian Kinerja (PA) dan Rencana Peningkatan Kinerja (PIP) internal perusahaan.
Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyebut bahwa situasi ini adalah hal yang wajar dalam restrukturisasi dan efisiensi perusahaan teknologi global, terutama setelah adanya konsolidasi.
Akuisisi Tokopedia oleh TikTok terjadi setelah TikTok Shop mendapat larangan operasional di Indonesia pada 2023. Dengan mengakuisisi 75% saham Tokopedia dari GoTo, TikTok dapat kembali beroperasi di pasar e-commerce Indonesia dengan memanfaatkan infrastruktur dan izin usaha dari Tokopedia.
Fokus utama perusahaan adalah menjaga keberlangsungan layanan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta konsumen agar tidak terganggu selama masa transisi ini.
Keseluruhan proses PHK dan integrasi organisasi yang berkaitan ini diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun 2025 sebagai bagian dari penataan ulang strategi bisnis untuk menghadapi kompetisi ketat di industri e-commerce Indonesia.


