Cek Harga Minyak Dunia Per September 2025
![]() |
| (Foto Cek Harga Minyak Dunia Per September 2025) |
Pada awal September 2025, harga minyak dunia menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan, dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang bergerak bersamaan. Salah satu pemicu utama adalah keputusan OPEC+ yang kembali menaikkan produksi minyak sebesar 547.000 barel per hari untuk bulan September sebagai bagian dari strategi pemulihan pangsa pasar.
Kenaikan produksi ini menjadikan pasar minyak melakukan harga ulang dengan sentimen negatif terkait potensi kelebihan pasokan. Harga minyak Brent turun di kisaran $67,36 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada sekitar $63,88 per barel pada awal September.
Penurunan harga ini juga dipengaruhi oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global, terutama di Amerika Serikat, sebagai konsumen minyak terbesar, yang berdampak pada prospek permintaan minyak dunia.
Keputusan OPEC+ untuk menambah produksi ini menandakan adanya optimisme terhadap pemulihan ekonomi global, walaupun riilnya terdapat risiko pasokan yang berlebihan di pasar. Goldman Sachs memperkirakan realisasi kenaikan produksi OPEC+ hanya sekitar 1,7 juta barel per hari dari target 2,5 juta barel per hari karena keterbatasan kapasitas di beberapa negara anggota OPEC+.
Namun, kesepakatan ini tetap memicu tekanan jual di pasar minyak mentah, terutama setelah kinerja konsumsi bahan bakar di AS yang kurang memuaskan dan ancaman tarif dari mantan Presiden AS, Donald Trump, untuk impor minyak Rusia. Ketegangan geopolitik, khususnya konflik Rusia-Ukraina, juga berkontribusi pada fluktuasi harga minyak meskipun dampaknya tidak cukup besar untuk menahan tekanan pasokan yang meningkat.
Dari sisi teknis, harga minyak mentah WTI mulai mengalami tekanannya sejak awal 2025 dan memperlihatkan tren menurun yang berkelanjutan. Pada akhir Agustus dan awal September 2025, harga WTI diperdagangkan di level sekitar $55 hingga $61 per barel menurut beberapa analisis teknis terbaru, dengan kemungkinan koreksi teknis naik jangka pendek yang masih dibatasi oleh level resistensi teknis sekitar $61.
Indikator teknis seperti RSI dan MACD menunjukkan bahwa meskipun saat ini pasar sedang oversold, tren menurun masih berpotensi berlanjut jika tidak ada dorongan permintaan signifikan. Perkiraan harga minyak WTI untuk September 2025 berada pada kisaran $55,00 hingga $60,90 per barel, yang menandakan volatilitas dan ketidakpastian tinggi di pasar minyak dunia.
Prediksi analisis pasar minyak global untuk tahun 2025 menunjukkan pasar yang cukup bergejolak dengan kisaran harga WTI antara $56 hingga $73 per barel sepanjang tahun tersebut.
Lonjakan harga mendekati $73 diperkirakan akan terjadi pada pertengahan tahun, sementara penurunan ke sekitar $56 bisa tercapai pada musim gugur, mencerminkan sensitivitas pasar terhadap faktor inflasi, kapasitas produksi OPEC+, dan dinamika permintaan di negara-negara berkembang seperti Tiongkok dan India.
Beberapa analis juga mengantisipasi bahwa pasar minyak akan tetap dipengaruhi oleh pergeseran geopolitik, kebijakan energi alternatif, dan transisi global menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.


