Heboh Link Video Karyawan PT SMJ 6 Menit 48 Detik, Netizen Diimbau Tak Asal Klik
Dunia maya kembali digemparkan oleh beredarnya link video kontroversial yang diklaim menampilkan seorang karyawan PT SMJ dengan durasi 6 menit 48 detik. Video ini viral di berbagai platform media sosial seperti WhatsApp, Telegram, dan TikTok, memicu kekhawatiran netizen terkait potensi penipuan dan ancaman keamanan siber.
Link tersebut pertama kali muncul di grup-grup WhatsApp dan kanal Telegram sekitar pukul 14.00 WIB hari ini. Isi video disebut-sebut berupa rekaman pribadi karyawan PT SMJ, sebuah perusahaan manufaktur di kawasan industri Medan, Sumatera Utara. Namun, hingga kini identitas karyawan tersebut belum terverifikasi, dan PT SMJ sendiri belum memberikan konfirmasi resmi.
Menurut pakar keamanan siber dari BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), link semacam ini sering kali merupakan jebakan phishing atau malware. "Jangan pernah klik link mencurigakan, apalagi yang menjanjikan konten viral. Bisa berujung pencurian data pribadi, instalasi virus, atau bahkan ransomware," ujar Ahmad Fauzi, analis siber independen, saat dihubungi via WhatsApp.
Beberapa netizen yang tergoda mengklik link mengaku mengalami masalah serupa. "HP saya langsung lemot setelah buka, ada pop-up aneh minta login Gmail," tulis akun @rizky_medan di X (Twitter). Kasus ini mirip dengan insiden viral sebelumnya, seperti link video selebgram atau pejabat yang ternyata menyebarkan trojan horse.
Risiko dan Cara Hindari Jebakan
Untuk melindungi diri, netizen diimbau:
Verifikasi sumber: Cek apakah link berasal dari akun resmi atau situs terpercaya.
Gunakan antivirus: Pastikan perangkat ter-update dengan aplikasi seperti Avast atau Malwarebytes.
Hindari klik: Laporkan ke admin grup atau platform terkait.
Hubungi otoritas: Jika curiga, laporkan ke polisi siber via cyber.polri.go.id.
PT SMJ disarankan segera keluarkan pernyataan resmi untuk meredam isu. Sementara itu, BSSN mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tren konten viral yang memanfaatkan rasa penasaran.
Hingga berita ini diturunkan, link tersebut masih beredar luas dengan ribuan forward. Tetap bijak berselancar di dunia maya, ya!

