Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 1 September 2025

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 1 September 2025
(Foto Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 1 September 2025)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki bulan September di bawah tekanan kuat dari aksi demonstrasi besar yang melanda berbagai wilayah di Indonesia. Pada perdagangan Jumat (29/8/2025), IHSG pada penutupan melemah 1,53% ke level 7.830,49 setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa plateau di sekitar 8.000 pada Kamis (28/8/2025). Penurunan tajam ini memangkas kapitalisasi pasar hingga sekitar Rp195 triliun dalam satu hari.

Secara teknikal, IHSG menunjukkan formasi pola double top seiring kegagalan menembus level psikologis 8.000. Pola ini mengindikasikan potensi koreksi yang bisa mencapai area 7.630-7.678 untuk support berikutnya. 

Jika IHSG diperdagangkan di bawah level 7.750 secara konsisten, peluang konsolidasi bearish atau koreksi lebih dalam akan terbuka lebar. Namun, sejumlah analis masih melihat potensi rebound dalam jangka pendek jika ada perbaikan situasi politik dan stabilitas.

Potensi volatilitas tinggi membuat IHSG bisa bergerak di rentang support sekitar 7.680-7.731 dan resistance pada kisaran 7.858-8.102. Jika gagal bertahan di atas support 7.800, pola double top akan menguat dengan target koreksi hingga mendekati 7.600.

Dari sudut pandang makroekonomi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah hingga menyentuh level di atas Rp16.400 juga menjadi sentimen negatif yang menekan IHSG. Di sisi lain, sektor barang baku dan bahan dasar mendapat dorongan positif dari harga emas global yang mencapai level tertinggi dalam sebulan terakhir, yang menjadi salah satu faktor penyangga pasar.

Kinerja IHSG secara year-to-date masih positif dengan kenaikan sekitar 10,6%, meskipun mengalami koreksi signifikan pada akhir Agustus. Secara musiman, bulan September cenderung lebih bearish untuk pasar saham, tetapi pemulihan biasanya terlihat mulai Oktober hingga Desember.

Secara keseluruhan, saat ini IHSG berada di bawah pengaruh faktor domestik yang cukup berat, antara lain ketidakstabilan politik, aksi demo, dan tekanan nilai tukar, serta risiko global yang tetap ada seperti data inflasi dan perkembangan ekonomi AS.

Rekomendasi Saham untuk Hari Ini

(Foto Saham PT Archi Indonesia dari Google Finansial)
Dengan kondisi pasar yang cukup volatile dan berpotensi terkoreksi, sejumlah sekuritas memberikan rekomendasi saham untuk memanfaatkan momentum "buy on weakness" dan peluang rebound:

📈 MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness di saham-saham berikut:

ARCI (Arkora Hydro Tbk) — sektor infrastruktur energi yang dinilai prospektif.

ISAT (Indosat Tbk) — sektor telekomunikasi dengan fundamental kuat.

MDKA (Merdeka Copper Gold Tbk) — sektor tambang yang mendapat dukungan harga komoditas.

TOBA (Toba Bara Sejahtra Tbk) — sektor energi batubara diharapkan rebound.

📈 BNI Sekuritas merekomendasikan beli saham:

ANTM (Aneka Tambang Tbk), yang diuntungkan oleh naiknya harga emas global.

HRTA (Hartadinata Abadi Tbk), juga mendapat dampak positif dari harga emas.

SIDO (Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk), sektor consumer goods yang relatif stabil.

BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham:

PSAB (Psalim Agro Tbk), dan FILM (MD Pictures Tbk).

Sementara merekomendasikan jual untuk saham CLEO (Sariguna Primatirta Tbk) dan BDMN (Bank Danamon).

Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi dan mempertimbangkan kondisi fundamental dan teknikal masing-masing saham serta risiko politik dan ekonomi negara. Peluang rebound bisa dimanfaatkan dengan strategi beli pada harga yang turun (buy on weakness), terutama untuk saham-saham yang memiliki katalis positif baik dari sektor komoditas, telekomunikasi, maupun consumer goods.

Kesimpulan

IHSG pada hari ini berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah akibat tekanan eksternal dan internal, terutama aksi demo serta kondisi rupiah. Namun, masih ada peluang rebound terbatas selama level support dapat dipertahankan.

Strategi investasi yang direkomendasikan adalah selektif pada saham dengan potensi fundamental kuat dan sektor yang mendapatkan sentimen positif seperti tambang, energi, telekomunikasi, dan konsumer. Buy on weakness menjadi strategi utama mengingat pasar masih dalam fase konsolidasi dan koreksi teknikal.

Kondisi pasar dan IHSG akan sangat bergantung pada perkembangan situasi politik dan ekonomi dalam negeri, serta sentimen global yang mempengaruhi likuiditas dan arus modal asing.

Next Post Previous Post