Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 29 September 2025
![]() |
| (Foto Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 29 September 2025) |
Analisis teknikal memperkirakan IHSG akan bergerak dengan support di kisaran 7.975-8.070 dan resistance di sekitar level 8.109 sampai 8.246. Sentimen positif datang dari penguatan harga komoditas dunia, terutama emas dan mineral, serta aksi beli investor asing yang kembali masuk ke pasar saham Indonesia.
Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan stabilitas pendapatan dan peningkatan pengeluaran pribadi turut memberikan pengaruh positif, mencerminkan daya beli konsumen yang masih kuat meskipun ada tekanan inflasi.
Namun, ada beberapa risiko yang harus diwaspadai investor. Pemerintah dan pelaku pasar harus berhati-hati terhadap potensi koreksi akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve yang masih memicu kekhawatiran di kalangan investor global. Perang dagang yang berpotensi kembali meningkat antara Amerika Serikat dan China juga menjadi salah satu faktor penghambat.
Rekomendasi Saham Hari Ini
| (Foto Saham PT Kalbe Farma dari Google Finansial) |
✅ PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dengan target harga Rp 825-Rp 875
✅ PT Sentul City Tbk (BKSL) dengan target harga Rp 148-Rp 154
✅ PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga Rp 2.170-Rp 2.250
✅ PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan rekomendasi beli jika terjadi koreksi harga (buy on weakness)
✅ PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) untuk trading buy atau hold
Saham blue chip seperti PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mendapat perhatian dari analis sebagai saham-langkah beli.
Secara keseluruhan, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan batas wajar, namun investor disarankan tetap waspada mengingat kondisi pasar yang masih rentan terhadap fluktuasi nilai tukar dan geopolitik global.
Pergerakan saham-saham sektor consumer, energi, dan manufaktur diperkirakan akan menjadi fokus utama hari ini, dengan potensi pembelian oleh investor institusi dan ritel yang selektif.


