Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 8 September 2025
![]() |
| (Foto Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 8 September 2025) |
IHSG diperkirakan akan mengalami volatilitas sedang pada perdagangan hari Senin, dengan rentang support antara 7.680 hingga 7.731 dan resistance di kisaran 7.943 hingga 8.008. Pola teknikal membentuk potensi bullish jangka pendek dengan pengujian resistance di kisaran 8.000-an, namun tetap harus diwaspadai adanya potensi koreksi khususnya jika terjadi tekanan dari gejolak sosial politik domestik yang masih cukup terasa.
Sentimen politik yang memanas dalam beberapa hari terakhir telah memberi tekanan pada IHSG, menyebabkan beberapa hari turun dan net sell dari investor asing cenderung terjadi.
Namun data makro fundamental tetap kuat dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang membaik, serta neraca perdagangan surplus, sehingga masih menopang tren penguatan IHSG secara teknikal.
Beberapa analis memperkirakan IHSG dapat melanjutkan kenaikan sampai mendekati level psikologis 8.000 pada akhir tahun 2025, meskipun ada skenario risiko penurunan hingga level 7.400 jika ketidakpastian politik berkepanjangan.
Investor diimbau waspada dan selektif dalam memilih saham sehingga dapat mengambil peluang dari pelemahan harga untuk bargain hunting.
Rekomendasi Saham
![]() |
| (Foto Saham ARCI dari Google Finansial) |
📈 Saham Sarana dan Infrastruktur
Saham seperti ARCI dan TOBA direkomendasikan sebagai saham buy on weakness karena potensi penguatan seiring proyek infrastruktur dan revitalisasi ekonomi.
📈 Saham Telekomunikasi dan Energi
ISAT dan MDKA masih dipandang menarik, dengan tren bullish terutama MDKA yang menjadi pilihan untuk jangka pendek.
📈 Saham Konsumer dan Media
FILM dan PSAB memiliki peluang pertumbuhan yang baik, sedangkan saham CLEO dan BDMN cenderung direkomendasikan untuk dijual (sell) karena performa kurang menarik.
📈 Saham Big Caps dan Konglomerat
Saham BMRI dan BBRI mengalami tekanan net sell asing namun masih penting dipantau karena likuiditasnya tinggi dan fundamental kuat.
Saham-saham dalam indeks LQ45 beberapa waktu terakhir mengalami penguatan seperti INCO (PT Vale Indonesia), PGAS (Perusahaan Gas Negara), dan SMGR (Semen Indonesia), menunjukkan sektor energi dan industri masih menjadi penggerak utama indeks.
Sentimen Pasar Global dan Domestik
Kondisi global saat ini mempengaruhi pergerakan IHSG juga, terutama ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat dan data ketenagakerjaan yang mempengaruhi sentimen investor asing. Sementara itu, masuknya dana asing secara bersih (net buy) ke pasar saham Indonesia memberikan support tambahan terhadap reli IHSG. Namun volatilitas tetap perlu diwaspadai mengingat risiko geopolitik dan sosial-politik dalam negeri.
Kesimpulan
- IHSG masih memiliki ruang penguatan dalam jangka pendek hingga menengah, dengan perjalanan menuju level di atas 7.900 hingga 8.000.
- Investor disarankan untuk berhati-hati, melakukan seleksi saham yang bergerak dalam tren positif, dan memanfaatkan peluang saat koreksi untuk masuk posisi.
- Fokus saham yang direkomendasikan sebagian besar berasal dari sektor infrastruktur, energi, telekomunikasi, dan beberapa big caps sektor konsumer serta perbankan.
- Perlu terus dipantau perkembangan gejolak politik dan data ekonomi makro yang akan mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
Informasi ini telah dirangkum dari beberapa sumber riset dan analis di pasar modal Indonesia per awal September 2025 yang relevan untuk pengambilan keputusan investasi pada 8 September 2025.



