Viral Video Mesum Oknum Pegawai RSUD Kudus, Pegawai Dibebastugaskan

 

Viral Video Mesum Oknum Pegawai RSUD Kudus, Pegawai Dibebastugaskan

Sebuah video CCTV yang diduga merekam aksi mesum dua oknum pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik. Manajemen rumah sakit membenarkan bahwa sosok dalam rekaman itu adalah pegawainya dan menyatakan keduanya sudah dibebastugaskan untuk kepentingan pemeriksaan internal.

Kronologi Singkat Kejadian

Video berdurasi singkat itu pertama kali ramai setelah diunggah oleh sebuah akun TikTok dan kemudian menyebar ke berbagai platform media sosial. Rekaman berasal dari kamera CCTV di area rumah sakit yang lokasinya disebut berada di ruang rumah tangga yang berdekatan dengan ruang pemulasaran jenazah RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Dalam rekaman terlihat sepasang pria dan wanita yang diduga pegawai rumah sakit tengah bermesraan dan melakukan tindakan tidak pantas di dalam ruangan pelayanan publik tersebut. Pihak rumah sakit kemudian menelusuri isi video dan memastikan bahwa peristiwa itu bukan kejadian baru, melainkan insiden lama yang disebut terjadi sekitar tahun 2020.

Respons Resmi RSUD Kudus

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, membenarkan bahwa dua orang dalam video tersebut merupakan oknum pegawai di instansi yang dipimpinnya. Manajemen rumah sakit menyatakan telah melakukan pemeriksaan internal terhadap sejumlah pegawai yang diduga terlibat, termasuk pasangan yang tampak dalam rekaman.

Sebagai langkah awal, kedua oknum tersebut dibebastugaskan dari posisinya untuk memberikan ruang bagi proses klarifikasi dan pemeriksaan yang lebih mendalam. Hasil pemeriksaan internal akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus dan Inspektorat sebagai bahan penentuan sanksi disiplin lebih lanjut sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.

Kekhawatiran Soal Citra dan Pelayanan

Manajemen RSUD Kudus mengakui bahwa beredarnya video tersebut menimbulkan keresahan di lingkungan internal rumah sakit. Pihak direksi khawatir kasus ini dapat merusak citra fasilitas kesehatan daerah dan berimbas pada kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan di RSUD dr Loekmono Hadi.

Untuk meredam gejolak dan memastikan layanan tetap berjalan normal, rumah sakit menegaskan komitmennya menegakkan disiplin pegawai serta menjamin bahwa tindakan tidak senonoh seperti dalam video tidak mencerminkan standar etika dan profesionalisme institusi. Manajemen juga mendorong agar proses penanganan kasus ini dilakukan secara transparan namun tetap menghormati asas praduga tak bersalah.

Aspek Etika, Hukum, dan Privasi

Perbuatan asusila di lingkungan fasilitas publik, terlebih di area yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan pemulasaran jenazah, dinilai sebagai tindakan tercela yang melanggar norma etika, moral, dan disiplin kerja aparatur. Pemerhati kebijakan publik dan warganet ramai menyoroti bahwa pegawai yang bekerja di sektor layanan kesehatan seharusnya menjadi teladan dalam menjaga perilaku di ruang publik.

Di sisi lain, pakar hukum dan aktivis perlindungan data pribadi juga mengingatkan bahwa penyebarluasan ulang video CCTV yang menampilkan tindakan asusila berpotensi bersinggungan dengan aturan UU ITE dan regulasi perlindungan data, terutama jika disertai penyebaran identitas pelaku. Masyarakat diimbau fokus pada proses penegakan disiplin dan hukum oleh institusi berwenang, bukan justru memperluas distribusi konten asusila yang dapat menambah korban dan menimbulkan dampak psikologis bagi keluarga yang terlibat.



Next Post Previous Post