Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 28 Oktober 2025

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 28 Oktober 2025
(Foto Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 28 Oktober 2025)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan dan volatilitas signifikan pada akhir pekan dan awal pekan ini, terutama dari sentimen negatif terkait wacana perubahan metode perhitungan free float untuk indeks MSCI yang menggunakan data KSEI. 

Hal ini berpotensi menurunkan porsi saham konglomerasi dan saham besar yang selama ini mendominasi pasar, sehingga melahirkan aksi jual cepat terutama di saham-saham perbankan besar dan saham konglomerat. Pada perdagangan Senin, 27 Oktober 2025, IHSG sempat turun hingga 3,7% dan menutup sesi pertama dengan anjlok hampir 3% ke level sekitar 8.028.

Namun demikian, analis memandang tekanan ini adalah sementara karena investor berpotensi kembali masuk ketika koreksi ini mereda, khususnya pada saham dengan fundamental kuat. IHSG diprediksi dapat bergerak terbatas, namun masih ada peluang rebound dengan support di kisaran 8.140-8.250 dan resistance antara 8.280 hingga 8.350 menjelang akhir pekan ini.

Sektor yang Menopang IHSG

Sektor Perbankan: Meskipun mengalami tekanan jual Senin lalu, sektor perbankan tetap menjadi tulang punggung pasar dengan sejumlah bank mencatat kinerja keuangan solid, misalnya PT Bank Tabungan Negara (BBTN) yang membukukan pertumbuhan kredit dan laba bersih positif pada kuartal III 2025.

Sektor Konsumsi dan Blue Chip: Saham-saham seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan saham unggulan lainnya masih menjadi favorit karena fundamental perusahaan yang stabil.

Rekomendasi Saham Hari Selasa, 28 Oktober 2025

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 28 Oktober 2025
(Foto Harga Saham BCA dari Google Finansial)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

  • Harga beli akumulatif direkomendasikan pada kisaran Rp8.000 hingga Rp8.275.
  • Target keuntungan antara Rp8.600 hingga Rp8.800 dengan stop loss di Rp7.700.
  • Sentimen positif didorong oleh optimisme pasar terkait kemungkinan hampir 100% pemangkasan suku bunga AS pada rapat The Fed tanggal 29 Oktober 2025.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

  • Beli akumulatif dengan harga masuk Rp3.700 sampai Rp3.850.
  • Target ambil untung di Rp4.000 sampai Rp4.100.
  • Stop loss disarankan di Rp3.550.
  • Bank ini mendapat perhatian karena fundamental yang kuat dan perbaikan prospek kredit konsumennya.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

  • Saham ini mulai menarik perhatian kembali setelah laporan keuangan kuartal III 2025 yang menunjukkan pemulihan kinerja.
  • Ditambah posisi sebagai saham defensif dari sektor konsumsi yang stabil.

Sentimen Pasar dan Tips Investasi

  • Pasar saat ini sedang dalam fase konsolidasi dengan peluang untuk melanjutkan tren naik setelah tekanan koreksi.
  • Investor disarankan fokus pada saham-saham dengan fundamental sehat dan potensi rebound yang kuat, terutama di sektor perbankan dan konsumsi.
  • Manajemen risiko sangat penting mengingat volatilitas pasar menjelang keputusan suku bunga The Fed dan potensi perubahan metodologi indeks MSCI.
  • Gunakan strategi entry price dan stop loss yang ketat sesuai rekomendasi untuk mengantisipasi pergerakan pasar yang fluktuatif.

Kesimpulan

Untuk perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan potensi penguatan moderat didukung oleh ekspektasi kebijakan moneter global lebih longgar.

Saham unggulan khususnya BBCA, BBRI, dan UNVR menjadi rekomendasi utama berdasarkan kinerja fundamental dan sentimen positif pasar. Investor disarankan tetap waspada terhadap sentimen negatif terkait indeks MSCI dan melakukan pengelolaan risiko yang baik dengan stop loss sesuai anjuran.
Next Post Previous Post