Geger Warganet Incar Link Video 7 Menit Julia Prastini dan Safrie Ramadan, Video Jule Beneran
Rumor video 7 menit yang melibatkan selebgram Julia Prastini (dikenal sebagai Julee atau Jule) dan Safrie Ramadan, seorang petinju atau atlet bela diri, meledak di media sosial Indonesia sejak akhir 2025.
Awal mula kontroversi berasal dari cuplikan video berdurasi 8 detik yang beredar luas di TikTok dan X (Twitter), menampilkan sosok wanita berhijab mirip Jule bersama pria bertelanjang dada dalam situasi mesra, memicu tuduhan perselingkuhan karena Jule dikenal sebagai istri konten kreator Na Daehoon. Warganet langsung heboh, dengan pencarian kata kunci seperti "link video Jule 7 menit" dan "Julia Prastini Safrie Ramadan full video" menjadi trending di berbagai platform, termasuk Telegram grup gosip dan Instagram Reels.
Detail Isu Viral
Video pendek tersebut diklaim sebagai "teaser" dari rekaman panjang 7 menit yang lebih eksplisit, meski tidak ada konfirmasi keaslian. Banyak situs gosip dan akun anonim mempromosikan link download di Telegram atau situs dewasa, yang sering kali mengarah ke halaman phishing, malware, atau konten palsu berupa deepfake.
Safrie Ramadan disebut sebagai pria dalam video, tapi identitasnya belum diverifikasi secara resmi, sementara Jule dikenal sebagai influencer hijab dengan jutaan followers yang kerap berbagi konten keluarga harmonis. Hingga Januari 2026, tidak ada pernyataan resmi dari Jule atau Na Daehoon, meninggalkan ruang spekulasi liar di kalangan netizen Sumatera Utara dan nasional.
Reaksi Publik dan Media
Warganet terpecah: sebagian memburu link demi sensasi, sementara yang lain mengecam sebagai hoaks atau serangan pribadi terhadap figur publik berhijab.
Media lokal seperti iNews, Jawa Pos, dan Poskota.co.id meliputnya sebagai berita viral, menyoroti risiko konten dewasa palsu di era AI. Di Instagram dan X, reel dari akun seperti @geloraco dan @OposisiCerdas mempercepat penyebaran, dengan ribuan komentar meminta "bukti asli" atau menyerukan boikot. Tren ini mirip kasus selebgram lain seperti Yuka, di mana rumor hotel check-in juga ramai tapi terbukti manipulasi.
Risiko dan Fakta Cek
Mayoritas link yang beredar berbahaya, mengandung virus atau jebakan penipuan data pribadi, sehingga disarankan untuk tidak diklik. Sampai saat ini (Januari 2026), tidak ada bukti forensik atau pengakuan yang membenarkan video tersebut asli; kemungkinan besar editan untuk clickbait atau dendam pribadi. Pihak berwenang belum turun tangan, tapi kasus ini jadi pengingat pentingnya literasi digital di Indonesia, di mana konten viral sering dimanfaatkan untuk eksploitasi.
Saran Bijak
Prioritaskan sumber terpercaya dan hindari menyebarkan rumor tanpa verifikasi untuk cegah fitnah. Jika penasaran, tunggu update resmi dari akun Jule atau media kredibel daripada jatuh ke jebakan online. Kasus ini menekankan perlunya kehati-hatian di medsos, terutama bagi content creator seperti pengguna yang aktif di finance dan entertainment.

