Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 29 November 2025
![]() |
| (Foto Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 29 November 2025) |
Harga emas perhiasan di Indonesia pada Sabtu, 29 November 2025, mengikuti tren kenaikan harga emas dasar, dengan kisaran Rp1.400.000 hingga Rp2.200.000 per gram untuk kadar 18K hingga 24K di platform seperti Rajaemas dan Lakuemas.
Harga ini lebih rendah dari emas Antam karena kadar kemurnian yang bervariasi dan biaya fabrikasi perhiasan. Selalu verifikasi di situs resmi karena fluktuasi harian dipengaruhi harga emas global.
Perbandingan Harga Berdasarkan Kadar
Berikut estimasi harga emas perhiasan per gram pada 29 November 2025, disesuaikan dari tren terbaru Rajaemas dan Lakuemas:
Kadar 18K paling populer untuk penggunaan sehari-hari karena keseimbangan harga dan ketahanan, sementara 24K ideal untuk investasi jangka panjang.
Faktor Penentu Harga
Harga emas perhiasan ditentukan oleh harga emas murni (spot price), kadar karat, dan ongkos pembuatan yang bisa mencapai 10-20% dari total harga. Tren November 2025 menunjukkan kenaikan tipis dari Rp383.000/gram (5K) pada 23 November menjadi lebih tinggi sekarang, sejalan dengan emas Antam di atas Rp2.500.000/gram. Nilai tukar rupiah dan permintaan musiman juga berpengaruh signifikan.
Perbedaan dengan Emas Antam
Emas perhiasan memiliki kadar lebih rendah (hingga 75% emas murni pada 18K) dibanding Antam 99,99%, sehingga harganya 20-30% lebih murah per gram emas murni.
Buyback perhiasan lebih rendah karena depresiasi desain, tapi cocok untuk gabungan fungsi pakai dan investasi. Antam lebih unggul untuk pure investment, sementara perhiasan menawarkan estetika tambahan.
Tips Pembelian Menguntungkan
Pilih toko terpercaya seperti Pegadaian, Rajaemas, atau Lakuemas untuk sertifikat kadar resmi; bandingkan selisih harga antar platform (Rajaemas sering lebih kompetitif pada kadar tinggi).
Beli saat harga stagnan untuk hindari volatilitas, dan pertimbangkan kadar 18K-22K untuk nilai jual kembali optimal. Diversifikasi dengan campur perhiasan dan batangan untuk portofolio aman di tengah inflasi.


