IHSG Dibuka Naik ke Level 8.353, Saham Emiten Pendatang Baru Tembus ARA
| (Foto IHSG melalui laman Google Finansial) |
Pada perdagangan Jumat, 7 November 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat dan berhasil menembus level 8.353, melanjutkan tren positif dari akhir pekan sebelumnya. Data dari RTI pukul 09.10 WIB menunjukkan IHSG naik sebesar 15,97 poin atau setara 0,19% ke 8.353,02. Sebelumnya, IHSG sempat mencapai level tertinggi 8.356,39 pada awal perdagangan dengan posisi terendah 8.332,60.
Pergerakan pasar didominasi saham-saham yang terapresiasi sebanyak 245 saham, sementara 192 saham terkoreksi dan 211 saham stagnan. Transaksi pagi ini sudah membukukan volume perdagangan sebanyak 2,05 miliar lembar saham dengan frekuensi 164.418 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp1,3 triliun.
Saham yang Mengalami Pergerakan Positif
Salah satu sorotan utama pada hari ini adalah saham emiten pendatang baru yang baru saja resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 6 November 2025. PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) memimpin jajaran top gainers dengan kenaikan harga saham sebesar 25% yang membuatnya menembus batas auto reject atas (ARA) di level Rp515 per saham.
Emiten-emiten baru lainnya yang mencatat lonjakan signifikan adalah PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) naik 16,67%, PT Rhadana Baskara Finance Tbk (HDFA) yang melejit 16,34%, dan PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) naik 15,53%.
Pergerakan positif ini mencerminkan daya tarik investor terhadap saham-saham baru yang menawarkan potensi pertumbuhan dan kinerja yang menjanjikan. Kenaikan IHSG ini juga merupakan efek dari sentimen pasar yang relatif stabil dengan dukungan fundamental ekonomi nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan.
Meski demikian, para analis tetap mengingatkan agar investor berhati-hati dalam bertransaksi, mengingat volatilitas pasar yang bisa meningkat pada sesi lanjutan perdagangan seiring dengan beragam faktor makroekonomi global dan domestik yang mempengaruhi sentimen investor.
Secara keseluruhan, pembukaan IHSG hari ini memberikan sinyal optimisme di pasar modal Indonesia seiring kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi jangka menengah dan jangka panjang. Saham-saham pendatang baru yang langsung menembus ARA menjadi magnet baru bagi para pelaku pasar yang mencari peluang investasi segar dan berpotensi memberikan keuntungan.

