Para Klien Konglomerat PJHB: Ada Emiten Prajogo Pangestu (PTRO)
PTRO merupakan perusahaan yang telah beroperasi sejak 1972 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Bisnis utama PTRO meliputi kontrak pertambangan, engineering, procurement & construction (EPC), serta layanan pendukung minyak dan gas yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam perkembangan terbaru, emiten milik Prajogo melalui anak usahanya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengambil alih 34% saham PTRO dari PT Caraka Reksa Optima. Langkah ini menandai konsolidasi kepemilikan yang semakin memperkuat kontrol Prajogo atas PTRO, menjadikan Prajogo dan mitranya Happy Hapsoro sebagai sosok sentral dalam manajemen dan pengembangan perusahaan. Akuisisi ini juga mengingatkan pada tren sebelumnya ketika investor ternama seperti Lo Kheng Hong dan Indika Energy melego saham PTRO, membuka peluang bagi investor baru yang dipimpin oleh Prajogo.
PT Petrosea baru-baru ini mendapatkan kontrak jasa pertambangan senilai Rp 17,4 triliun dari entitas anak perusahaan PT Singaraja Putra Tbk, yang menunjang rencana jangka panjang PTRO untuk memperluas operasional dan kinerja keuangannya. Saham PTRO menunjukkan tren kenaikan signifikan, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek bisnis yang terus berkembang.
Prajogo Pangestu dikenal sebagai pengusaha besar dengan kerajaan bisnis yang tidak hanya bergerak di jasa pertambangan tetapi juga sektor lain seperti petrochemical lewat PT Chandra Asri Pacific, energi terbarukan melalui Barito Renewables, serta berbagai investasi strategis lainnya. Dengan kekayaan pribadi yang tercatat mencapai puluhan miliar dolar AS, Prajogo adalah salah satu konglomerat terkaya di Asia Tenggara.
Keterlibatan Prajogo Pangestu di PTRO tidak hanya memberikan suntikan modal dan pengalaman manajerial yang kuat, tapi juga membuka peluang sinergi dengan bisnis lain yang ia pimpin. Hal ini diperkirakan akan mendorong PTRO semakin kompetitif dan mampu mengambil peran kunci dalam industri jasa pertambangan dan konstruksi di Indonesia.

