Program Revitalisasi Pupuk Indonesia Hingga 2029, Dukung Kemandirian Pertanian
PT Pupuk Indonesia (Persero) tengah melaksanakan program revitalisasi besar-besaran industri pupuk nasional sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional hingga tahun 2029. Revitalisasi ini meliputi modernisasi pabrik-pabrik pupuk tua yang telah beroperasi puluhan tahun serta pembangunan sejumlah pabrik baru dengan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah akan membangun tujuh pabrik pupuk baru dengan total investasi sekitar Rp50 triliun, dan lima di antaranya ditargetkan selesai beroperasi sebelum tahun 2029. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp116 triliun untuk merevitalisasi pabrik-pabrik lama agar proses produksi pupuk menjadi lebih efisien.
Pabrik tua yang menggunakan teknologi usang saat ini hanya memiliki efisiensi konsumsi energi sekitar 43 persen, sementara pabrik modern yang akan dibangun diharapkan mampu menekan konsumsi energi menjadi setengahnya, yakni sekitar 22-23 persen per ton produksi pupuk.
Revitalisasi ini memiliki berbagai manfaat strategis, seperti:
- Menekan biaya produksi sehingga harga pupuk subsidi dan non-subsidi bisa tetap terjangkau bagi petani.
- Memperkuat kesiapan pasokan pupuk sehingga bisa memenuhi kebutuhan nasional secara konsisten.
- Mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor dengan teknologi produksi yang lebih mandiri.
- Meningkatkan laba perusahaan sehingga dapat mendukung investasi berkelanjutan di sektor pertanian.
Pupuk Indonesia juga mempercepat implementasi reformasi tata kelola subsidi pupuk, dari sistem subsidi hilir ke hulu, sehingga subsidi langsung diarahkan pada produksi bahan baku untuk efisiensi biaya dan penghematan anggaran hingga Rp10 triliun. Pemerintah pun menegaskan akan memberi sanksi tegas terhadap penyalahgunaan pupuk bersubsidi demi menjaga keberpihakan kepada petani kecil di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari revolusi pupuk nasional yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ketersediaan pupuk berkualitas dengan harga terjangkau, dengan tujuan utama menolong petani meningkatkan produksi pangan dan menjaga stabilitas harga pangan nasional. Dengan langkah ini, sektor pupuk diharapkan menjadi tulang punggung ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan bagi Indonesia hingga tahun 2029 dan seterusnya.

