Saham GOTO Melonjak: Rekomendasi Beli Meningkat, Target Harga Tembus Rp 100-an
| (Foto Saham GoTo dari Google Finansial) |
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mencuri perhatian pasar modal Indonesia dengan lonjakan harga saham yang signifikan pada sesi perdagangan awal November 2025. Saham GOTO tercatat menguat 8,77% menjadi Rp 62 per saham pada tanggal 5 November, setelah sempat mengalami penurunan selama dua hari sebelumnya.
Kenaikan harga ini didorong oleh tingginya volume transaksi sebanyak 8,68 miliar saham dengan nilai transaksi menembus Rp 528,19 miliar, serta aksi borong investor yang mencatatkan net buy tertinggi di pasar saham saat itu.
Lonjakan saham GOTO mendapat respons positif dari sejumlah rumah sekuritas yang meningkatkan rekomendasi beli mereka dengan target harga yang cukup menarik, yaitu di kisaran Rp 95 hingga lebih dari Rp 110 per saham.
Misalnya, BRI Danareksa Sekuritas memberikan target harga Rp 100 dengan alasan potensi pertumbuhan EBITDA dan profitabilitas perusahaan yang semakin kuat dan konsisten. Sementara itu, Panin Sekuritas mematok target harga Rp 95, dan Indo Premier Sekuritas lebih optimistis dengan target hingga Rp 110.
Kinerja keuangan GOTO juga menunjukkan perbaikan signifikan, dengan laba sebelum pajak yang disesuaikan mencapai Rp 62 miliar pada kuartal III-2025 dan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 1,34 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Angka ini sudah mencapai 81% dari target tahun penuh, sehingga manajemen menaikkan proyeksi EBITDA menjadi Rp 1,8–1,9 triliun.
Strategi konsolidasi dan efisiensi usaha, termasuk tidak lagi mengonsolidasikan laba/rugi Tokopedia, menjadi faktor kunci yang menguatkan fundamental perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor. Secara teknikal, fenomena high volume breakout pada saham GOTO membuka peluang tren penguatan jangka menengah hingga panjang.
Para analis menilai, jika momentum positif ini berlanjut dan laporan kinerja kuartal berikutnya tetap solid, saham GOTO berpotensi menembus target harga yang sudah ditetapkan. Namun, investor tetap disarankan waspada terhadap volatilitas pasar yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam jangka pendek.

