6 Rekomendasi Saham Pariwisata Menjelang Akhir Tahun dengan Prospek Cerah
| (Foto Saham CTRA dari Google Finansial) |
PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
Saham CTRA direkomendasikan sebagai pilihan utama dengan target harga sekitar Rp1.600 per saham. Perusahaan ini memiliki proyeksi pertumbuhan laba bersih hingga 17% pada 2025 dan pendapatan berulang yang stabil dari sektor properti dan mal. CTRA juga mendapat dorongan dari peningkatan okupansi hotel di kawasan wisata utama.
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)
PJAA dikenal sebagai emiten yang fokus pada kawasan rekreasi dan destinasi wisata domestik, seperti Ancol. Dengan status Kawasan Strategis Provinsi, PJAA diprediksi akan mendapat manfaat besar dari lonjakan kunjungan wisatawan saat musim libur akhir tahun. Saham ini termasuk opsi spekulatif menarik bagi investor jangka pendek.
PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG)
KPIG memiliki portofolio aset premium di bisnis hospitality dan MICE, dengan catatan laba bersih melonjak hingga 99% pada 2024. Saham ini dinilai memiliki daya tahan yang baik terhadap tekanan harga di pasar hotel menengah perkotaan dan menawarkan potensi penguatan menjelang akhir tahun.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
PWON menjadi pilihan defensif dengan valuasi masih terdiskon dan target kontribusi pendapatan berulang mencapai 55%. Keberadaan mal dan properti komersial mendukung stabilitas pendapatan perusahaan ini, sehingga sahamnya layak untuk diakumulasi.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
BUVA mendapat perhatian karena likuiditas yang cukup tinggi dan valuasi yang masih menarik. Perusahaan ini memiliki aktivitas pariwisata yang potensial di daerah wisata premium seperti Bali, yang menjadi magnet wisatawan lokal dan mancanegara pada akhir tahun.
PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR)
PANR bergerak di bidang biro perjalanan wisata dan penyewaan kendaraan, dengan fokus pada tur domestik dan mancanegara. Saham ini direkomendasikan sebagai pilihan likuid dan dengan valuasi terjangkau untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas wisata.
Secara umum, keenam saham di atas menawarkan kombinasi antara fundamental kuat, pendapatan berulang, dan potensi kenaikan yang didukung oleh momentum musiman akhir tahun serta peningkatan jumlah wisatawan. Meski demikian, risiko seperti persaingan harga dan tingkat okupansi yang belum pulih sepenuhnya masih perlu diperhatikan oleh investor.

