BUMI Bidik Pendapatan Non-Batu Bara Capai 50% pada 2031
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mempercepat diversifikasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan pada batubara termal, dengan target ambisius 50% pendapatan dari segmen non-batubara pada 2031. Strategi ini didorong oleh akuisisi tambang mineral di dalam dan luar negeri, seiring volatilitas harga komoditas energi global.
Progres Diversifikasi Saat Ini
Pada 2024, kontribusi pendapatan non-batubara baru mencapai 5%, dengan sisanya 95% dari batubara. BUMI menargetkan peningkatan menjadi 10% pada 2025 melalui ekspansi seperti akuisisi tambang tembaga dan emas Wolfram Limited (WFL) di Australia, serta PT Laman Mining (bauksit) di Kalimantan Barat hingga 45% saham. Direktur Christopher Fong menekankan fokus operasionalisasi aset ini untuk mendukung transformasi jangka panjang.
Pendanaan dan Ekspansi Agresif
BUMI menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III 2025 senilai Rp780 miliar, dengan Rp340,88 miliar untuk akuisisi Jubilee Metals Limited (emas Australia) dan Rp333,60 miliar sebagai uang muka Laman Mining. Langkah ini memperkuat portofolio mineral, termasuk emas dan tembaga, sesuai keahlian perusahaan di sektor tambang.
Tantangan dan Prospek Jangka Panjang
Analis Korea Investment & Sekuritas menilai target 50% realistis jika eksekusi dan pendanaan optimal, meski tantangan seperti capex tinggi, risiko leverage, dan penyesuaian arus kas tetap ada. Kinerja batubara jangka pendek menantang, tapi volume penjualan berpotensi tumbuh 2026 jika cuaca mendukung. Diversifikasi ini selaras dengan arahan pemerintah dan tren global menuju non-batubara.

