Filosofi dan Jurus Khas ISMD Putra Setia: Warisan Seni Membela Diri Asli Indonesia
Dilansir dari Bisikan Cuan, ISMD Putra Setia adalah perguruan pencak silat yang lahir pada awal tahun 1980-an di Jakarta Timur, didirikan oleh Guru Besar H. Muhammad Mukhtar Hasfullah atau yang dikenal dengan Abang AS.
Perguruan ini merupakan perpaduan unik antara seni bela diri tradisional Indonesia dengan nilai-nilai keislaman dan budaya luhur bangsa. ISMD Putra Setia bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan spiritual yang berlandaskan tiga prinsip utama: kesetiaan pada Allah SWT, kesetiaan dan bakti kepada orang tua, serta kesetiaan pada negara dan masyarakat.
Baca Juga: Srikandi dalam Perspektif Emansipasi: Perempuan Tangguh dalam Sejarah dan Budaya
Sejarah Singkat
Awalnya bernama Ikatan Seni Membela Diri (ISMD), perguruan ini mendapatkan nama tambahan "Putra Setia" atas usulan Lurah Daeng Husin Umar yang merupakan Sekretaris Umum IPSI Cabang Jakarta Timur (sekarang Ketua Umum ISMD Putra Setia).
Nama ini melambangkan harapan agar anggota perguruan mampu berpegang teguh pada tiga prinsip kesetiaan tersebut. Setelah mengatasi skeptisisme masyarakat yang awalnya menganggap kegiatan ISMD sesat, perguruan ini resmi bergabung dengan IPSI pada 28 Oktober 1988 dan menggunakan nama ISMD Putra Setia.
Filosofi Perguruan
Lambang ISMD Putra Setia sarat makna filosofis:
- Tulisan "Perguruan Silat Nasional" melambangkan seni budaya yang siap membela diri.
- Tulisan "Putra Setia" menunjukkan komitmen pada prinsip taqwa kepada Allah, bakti kepada orang tua, dan setia pada bangsa dan negara.
- Warna kuning dan bentuk elips melambangkan alam dunia dan cakupan luas pengaruh dan tujuan perguruan.
- Garis hitam melambangkan jalan kebenaran dan keadilan yang diridhoi Allah SWT.
- Tiga lingkaran membentuk rantai yang berarti prinsip taqwa, bakti, dan persatuan.
- Sayap garuda yang merepresentasikan perkembangan dan kemajuan, dengan bulu yang mengandung makna rukun iman.
- Bentuk perisai segi lima menunjuk pada landasan pancasila yang menjadi pijakan perguruan.
- Pita merah putih sebagai simbol nasionalisme dan persatuan seluruh cabang perguruan di Indonesia.
Jurus Khas ISMD Putra Setia
Setahun setelah resmi bergabung dengan IPSI, pada awal tahun 1989 Abang AS menciptakan jurus khas yang dinamakan "Jurus Syahadat". Jurus ini merupakan gabungan teknik bela diri yang mengandung makna kalimat syahadat, mengingatkan anggota untuk selalu berlandaskan keimanan dan teladan Nabi Muhammad SAW. Jurus tersebut meliputi:
- Tendangan, pukulan, dan tangkisan yang terstruktur untuk meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan pengendalian diri.
- Teknik tenaga dalam dan pernapasan sebagai aspek penting dalam mempertahankan diri secara efektif dan menjaga kesehatan.
- Latihan disiplin dan ketahanan mental sehingga anggota mampu menghadapi berbagai tantangan dengan jiwa ksatria.
Nilai dan Tujuan
ISMD Putra Setia mengedepankan pendidikan karakter yang kuat. Disiplin, rasa hormat, kesetiaan, serta kecintaan kepada Allah, orang tua, dan negara menjadi landasan utama. Dengan demikian, perguruan ini tidak hanya mengajarkan bela diri fisik tetapi juga menanamkan moralitas dan spiritualitas tinggi di dalam diri para praktisinya.
Kesimpulan
ISMD Putra Setia merupakan warisan seni bela diri asli Indonesia yang menggabungkan keindahan teknik pencak silat dengan filosofi mendalam yang membentuk karakter dan jiwa pendekar sejati. Jurus khasnya yang sarat makna keislaman menjadikan perguruan ini unik dan berpengaruh dalam melestarikan budaya nusantara sekaligus membangun generasi penerus yang tangguh dan berkarakter.
Sumber: Bisikan Cuan

