IHSG dan Rupiah Hari Ini 12 Desember 2025 Kompak Ditutup Menguat

 

(Foto IHSG dari Google Finansial)

IHSG menguat 0,46% atau 40 poin, ditutup di level 8.660 dari posisi sebelumnya 8.620. Pergerakan harian berada di rentang 8.585–8.680, dengan sektor barang baku seperti pertambangan dan kimia memimpin kenaikan, diikuti energi dan keuangan. Volume perdagangan mencapai 52,22 miliar lembar saham senilai Rp29,97 triliun, sementara transaksi asing bersih positif Rp1,2 triliun.​

Penguatan Rupiah Hari Ini

Nilai tukar rupiah menguat 0,18% atau 30 poin ke Rp16.635 per USD di pasar spot, dari penutupan sebelumnya Rp16.665. Di pasar forward satu bulan, rupiah bahkan lebih kuat di Rp16.620, didukung pelemahan indeks dolar AS setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan ke rentang 3,50–3,75%. Rupiah mencatat penguatan tertajam dalam sepekan, dengan range harian Rp16.620–16.670.​

Faktor Pendorong Utama

Penguatan kompak ini terdongkrak sentimen global seperti penurunan yield US Treasury 10-tahun di bawah 4,2% dan data klaim pengangguran AS yang lebih tinggi dari ekspektasi, yang meredam penguatan dolar. Di dalam negeri, ekspektasi inflasi rendah dan aliran dana asing ke emerging markets mendukung, meski ada tekanan dari isu geopolitik Timur Tengah. Rupiah yang stabil juga menjadi katalis utama bagi IHSG, karena mengurangi beban impor bagi emiten ekspor.​

Proyeksi dan Rekomendasi

Untuk sesi minggu depan, IHSG diproyeksikan bertahan di atas support 8.553 dengan resistance 8.714, asal data CPI AS dan pidato Powell tidak mengejutkan. Investor disarankan pantau saham blue chip seperti BBCA dan TLKM, serta sektor komoditas yang masih mengkilap. Rupiah berpotensi stabil di Rp16.500–16.700 jika dolar tetap lemah.​

Next Post Previous Post