IHSG Turun 0,24% ke 8.614 Mengawali Perdagangan Selasa

IHSG Turun 0,24% ke 8.624,8 Mengawali Perdagangan Selasa
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa, 23 Desember 2025, dengan penurunan 0,24% ke level 8.624,8, mencerminkan tekanan jual di awal sesi. Pergerakan ini terjadi setelah penutupan positif di 8.645 pada Senin sebelumnya, dipengaruhi sentimen global dan rotasi sektor domestik.

Pergerakan Awal Sesi

IHSG dibuka di kisaran 8.656 sebelum terkoreksi ke level terendah 8.617, dengan volume transaksi mencapai Rp3 triliun dan frekuensi 542 ribu kali. Sebanyak 286 saham turun, 238 naik, dan 167 stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual. Rupiah melemah ke Rp16.781 per dolar AS, menambah beban pergerakan indeks.

Performa Sektoral

Sektor teknologi turun 0,15%, keuangan anjlok 0,82%, dan kesehatan melemah 1,00%, menjadi pemberat utama. Sebaliknya, sektor bahan baku naik 0,36%, industri 0,59%, dan barang konsumsi siklikal 0,24%. Indeks sektoral seperti IDXENERGY -0,21% dan IDXFINANCE -0,69% ikut merah, sementara IDXINDUST naik 1,73%.

Saham Pemberat dan Penggerak

Saham BUMI, SUPA, dan DEWA mendominasi nilai transaksi tertinggi, di tengah 348 saham melemah versus 301 menguat pada sesi I. Analis MNC Sekuritas memprediksi potensi koreksi ke 8.464-8.560, meski peluang rebound tetap ada di atas MA20. Rekomendasi beli termasuk CPIN, HMSP, MAPI, dan NCKL.

Prospek Hari Ini

Sentimen nataru mendukung potensi pemulihan, tapi IHSG rawan fluktuasi akibat aliran dana asing dan faktor eksternal. Investor disarankan pantau support 8.600 dan resistance 8.668 untuk strategi jangka pendek. Perdagangan dinamis ini jadi pelajaran bagi pelaku pasar di akhir tahun.

 

Next Post Previous Post