INET Siap Right Issue Rp3,2 Triliun untuk Ekspansi Besar-besaran
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana melaksanakan rights issue senilai hingga Rp3,2 triliun guna mempercepat ekspansi infrastruktur digital di Indonesia. Aksi korporasi ini melibatkan penerbitan 12,8 miliar saham baru dengan harga Rp250 per saham dan rasio 3:4, di mana setiap 3 saham lama berhak atas 4 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rencana ini masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Alokasi Dana Ekspansi
Dana hasil rights issue mayoritas dialokasikan untuk pengembangan jaringan Fiber to the Home (FTTH) dan kabel laut melalui anak perusahaan. Sebanyak Rp2,8 triliun ditujukan ke PT Garuda Prima Internetindo (GPI) untuk membangun 2 juta koneksi FTTH di Bali dan Lombok, sementara Rp213 miliar ke PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) untuk pembayaran Indefeasible Right of Use (IRU) kabel laut. Sisanya, termasuk Rp135 miliar untuk PT Internet Anak Bangsa (IAB) guna rollout FTTH di Jawa, mendukung modal kerja dan operasional.
Detail Waran Pendukung
Selain rights issue, INET menerbitkan hingga 3,07 miliar Waran Seri II dengan rasio 25:6 atau 50:9, harga pelaksanaan Rp300 per saham, dan periode konversi mulai 3 Juni 2026 hingga 2 Juni 2028. Potensi dana tambahan dari waran ini mencapai Rp921,6 miliar, memperkuat likuiditas untuk proyek infrastruktur generasi mendatang. Langkah ini sejalan dengan visi INET menjadi tulang punggung infrastruktur digital nasional.
Jadwal dan Dukungan
Perdagangan saham tanpa HMETD dijadwalkan mulai 26 November 2025 di pasar reguler dan 28 November 2025 di pasar tunai. PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara siap menyerap haknya, menandakan komitmen investor strategis. Ekspansi ini menargetkan teknologi Wi-Fi 7 untuk jaringan FTTH berkecepatan tinggi.

