Investor Saham Indonesia Tembus 20 Juta di Akhir 2025
Pasar modal Indonesia mencatat sejarah baru. Jumlah investor saham aktif di Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menembus angka 20 juta orang per akhir Desember 2025, menurut data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Lonjakan ini naik 25% dari 16 juta investor pada akhir 2024, didorong oleh euforia bull market Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tembus 8.500 poin sepanjang tahun.
Milestone ini bukan kebetulan. "Kebijakan S-POJK No. 9/2024 tentang Digitalisasi Pasar Modal telah membuka pintu lebar bagi generasi milenial dan Gen Z," ujar Direktur Pengembangan Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, dalam keterangan resminya kemarin. Program seperti Rekening Efek Syariah (RES) dan aplikasi trading berbasis AI dari sekuritas seperti Stockbit, Ajaib, dan Bibit, sukses menarik 4,5 juta investor baru tahun ini saja.
Faktor Pendorong Lonjakan Investor
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Dampak ke Ekonomi dan Tantangan ke Depan
Tembusan 20 juta investor beri efek domino positif. Kapitalisasi pasar BEI kini Rp12.000 triliun, setara 70% PDB Indonesia. "Ini sinyal kepercayaan investor domestik kuat, kurangi ketergantungan asing yang turun ke 40% dari 55% di 2023," kata Analis Senior Mandiri Sekuritas, Ryan Prilian.
Prospek 2026: Bullish atau Koreksi?
Analis ramal IHSG capai 9.500 di 2026, didukung stimulus fiskal Prabowo 2.0 seperti food estate dan infrastruktur Riau-Sumatera. Sektor favorit: teknologi (Telkom, GOTO), perbankan (BBRI, BMRI), dan energi hijau (MEDC, CUAN).
"Bagi investor baru, diversifikasi ke saham dividen tinggi dan ETF seperti LQ45," saran pakar. Dengan 20 juta investor, Indonesia kini nomor 4 di ASEAN setelah Singapura, Thailand, dan Malaysia – potensi jadi "Wall Street Asia Tenggara"?
Pantau update OJK dan BEI untuk data final Januari 2026. Siapkah Anda join 20 juta ini?

