Konidin Obat Apa? Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Lengkap
Konidin adalah obat batuk kombinasi yang mengandung dextromethorphan HBr, guaifenesin, dan chlorpheniramine maleate, populer di Indonesia untuk meredakan batuk kering maupun berdahak akibat flu, alergi, atau bronkitis.
Apa Itu Konidin?
Konidin tersedia dalam bentuk tablet, sirup, OBH, dan lozenges, cocok untuk dewasa serta anak usia 3 tahun ke atas. Kombinasi bahan aktifnya menekan refleks batuk, mengencerkan dahak, dan meredakan gejala alergi seperti bersin atau hidung tersumbat. Obat ini bekerja cepat untuk mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari, tersedia bebas di apotek tanpa resep dokter.
Manfaat Utama
Konidin efektif untuk berbagai gejala batuk, termasuk:
Batuk kering tidak produktif akibat iritasi tenggorokan atau flu.
Batuk berdahak dengan pengeluaran dahak yang sulit, serta gejala bronkitis ringan.
Batuk alergi, radang saluran pernapasan, atau pilek dengan hidung meler.
Selain itu, membantu meredakan demam ringan, pusing, dan sakit kepala terkait flu.
Dosis dan Aturan Pakai
Dosis Konidin tablet disesuaikan usia, diminum setelah makan dengan air:
Dewasa dan anak >12 tahun: 1-2 tablet, 3 kali sehari.
Anak 6-12 tahun: ½-1 tablet, 3 kali sehari.
Anak 3-6 tahun: ¼-½ tablet, 3 kali sehari.
Jangan melebihi dosis atau gunakan >5 hari tanpa konsultasi dokter; untuk sirup/OBH, ikuti petunjuk kemasan.
Efek Samping
Efek samping ringan seperti mengantuk, mulut kering, pusing, atau mual biasanya hilang sendiri. Hindari pada pasien asma berat, glaukoma, atau yang mengemudi karena efek sedatif dari antihistamin. Kategori kehamilan C, konsultasikan dokter jika hamil/menyusui.
Peringatan Penggunaan
Jangan campur dengan obat batuk lain atau alkohol untuk cegah overdosis. Simpan di suhu <30°C, jauh dari jangkauan anak; hentikan jika batuk bertahan >7 hari atau disertai demam tinggi. Harga sekitar Rp3.000-5.000 per strip 4 tablet di apotek Indonesia.

