Korporasi Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, PLN Lanjutkan Pemulihan Distribusi ke Masyarakat
Sistem kelistrikan Aceh telah pulih sepenuhnya berkat upaya masif PT PLN (Persero), yang kini melanjutkan distribusi listrik stabil ke seluruh masyarakat pascabencana. Pemulihan ini menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi, rumah tangga, dan layanan publik di wilayah tersebut, dengan progres mencapai 100% pada akhir 2025. Artikel ini mengulas kronologi pemulihan, langkah korporasi PLN, dan dampak positif bagi masyarakat Aceh.
Kronologi Gangguan dan Pemulihan Cepat
Pemadaman besar terjadi akibat bencana alam yang merusak infrastruktur transmisi, seperti Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pangkalan Brandan-Langsa, mengisolasi subsistem Aceh dari jaringan Sumatra sejak awal Desember 2025.
PLN mengerahkan 821 personel gabungan, membangun tiga tower darurat, dan memulihkan interkoneksi pada 17 Desember 2025, diikuti pengoperasian PLTU Nagan Raya dalam 48 jam. Hingga 19 Desember, seluruh 20 gardu induk, 558 penyulang, dan 15.717 gardu distribusi kembali berfungsi normal, memastikan pasokan listrik ke 1,2 juta pelanggan.
Upaya Korporasi PLN yang Strategis
PLN bekerja sama dengan Kementerian ESDM untuk pemantauan intensif, memprioritaskan keselamatan kerja dan keandalan sistem dengan progres transmisi 88,5% pada 14 Desember. Direktur Utama Darmawan Prasodjo menekankan pendekatan bertahap: interkoneksi dulu, lalu sinkronisasi pembangkit, hingga distribusi penuh, menghindari gangguan lanjutan. Upaya ini termasuk perkuatan tower eksisting dan penarikan konduktor, yang mempercepat pemulihan dari 93% menjadi 100% dalam hitungan hari.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Ekonomi
Pemulihan listrik memungkinkan normalisasi transportasi, peternakan, dan industri di empat kabupaten terdampak seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, serta Gayo Lues.
Masyarakat kini menikmati listrik stabil 24 jam, mendukung pemulihan pascabencana dengan aktivitas harian seperti sekolah, rumah sakit, dan perdagangan kembali lancar. Secara ekonomi, ini mendorong pertumbuhan PDRB Aceh melalui ketahanan energi, mengurangi kerugian hingga miliaran rupiah dari pemadaman sebelumnya.
Langkah Lanjutan Distribusi dan Pencegahan
PLN melanjutkan distribusi melalui jaringan distribusi yang telah diuji, menargetkan 100% pelayanan hingga akhir Desember 2025 bahkan di 1.234 desa terpencil.
Program pencegahan mencakup upgrade infrastruktur anti-bencana dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk resiliensi jangka panjang. Inisiatif ini menjadikan Aceh sebagai model pemulihan kelistrikan nasional, siap menghadapi musim hujan mendatang.

