Omzet Perajin Telur Asin Naik 3000-4000 Persen Gara-gara Program MBG

Omzet Perajin Telur Asin Naik 3000-4000 Persen Gara-gara Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah berhasil mengubah nasib perajin telur asin kecil di Madiun, Jawa Timur. Kisah Yayak Surayak menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif ini mendongkrak omzet hingga ribuan persen.

Kisah Sukses Yayak Surayak

Yayak Surayak, perajin telur asin di Dusun Penjalinan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, sebelumnya hanya menjual 100-200 butir telur asin per minggu. Sejak menjadi pemasok dapur MBG melalui Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), penjualannya melonjak menjadi 3.000-5.000 butir per minggu, naik 2.900-4.900 persen. Pembayaran langsung dan cepat membuat perputaran usahanya kian lancar.

Proses Produksi yang Dipercepat

Telur asin untuk MBG dibuat dengan rasa tidak terlalu asin, sehingga proses pengasinan hanya memakan waktu 7-8 hari, lebih cepat dibanding 12-15 hari untuk pasar umum. Permintaan dari dapur MBG di Kecamatan Sumber Sari mendorong Yayak menambah stok itik dan memperbesar kandang. Kini, ia mempekerjakan 4-5 ibu rumah tangga untuk produksi dan satu orang untuk pengemasan, membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Dampak Program MBG Lebih Luas

Program MBG, kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menargetkan 82,9 juta penerima manfaat seperti pelajar dan kelompok rentan. 

Selain meningkatkan gizi masyarakat, program ini menyerap produksi lokal dan mendukung UMKM peternak telur serta ayam. Yayak berharap MBG berlanjut karena manfaatnya bagi perajin kecil sangat besar, termasuk peningkatan kesejahteraan dan lapangan kerja.


 

Next Post Previous Post