Pemanfaatan PLTS Dorong Pertanian Hidroponik Mandiri Energi di Semarang

 

Pemanfaatan PLTS Dorong Pertanian Hidroponik Mandiri Energi di Semarang

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid mulai merevolusi pertanian hidroponik di Semarang dengan menciptakan sistem produksi mandiri energi yang efisien dan ramah lingkungan. Inisiatif ini memungkinkan petani mengurangi ketergantungan pada listrik PLN sambil meningkatkan hasil panen sayur seperti selada.​

Inovasi di Bertani Agro Farm

Di kebun Bertani Agro Farm, Mijen, Semarang, tim Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengimplementasikan PLTS off-grid berkapasitas 410 Watt Peak (WP). Sistem ini dilengkapi lensa fresnel dan solar tracker untuk mengoptimalkan penangkapan sinar matahari, mendukung operasional hidroponik di lahan seluas 1.500 meter persegi. Petani kini dapat memeriksa dan merawat tanaman selada secara konsisten tanpa khawatir pemadaman listrik.​

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Efisiensi Produksi: PLTS menstabilkan suhu dan nutrisi air pada sistem hidroponik, sehingga meningkatkan kualitas dan kuantitas panen.

Penghematan Biaya: Mengurangi tagihan listrik hingga puluhan persen, memungkinkan petani urban bersaing di pasar lokal.

Ramah Lingkungan: Menggunakan energi terbarukan, mendukung target net zero emission di sektor pertanian Jawa Tengah.​

Kolaborasi Polines dan petani lokal ini menjadi model pertanian berkelanjutan yang dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia.​

Next Post Previous Post