Pemerintah Mau Buka Sawah hingga 100 Ribu Ha di Papua
Pemerintah Indonesia berencana membuka lahan sawah seluas 100 ribu hektare di wilayah Papua untuk mencapai swasembada pangan. Inisiatif ini dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menargetkan penyelesaian dalam 2-3 tahun guna mengatasi defisit beras di Papua.
Latar Belakang Kebutuhan
Papua saat ini memproduksi 120 ribu ton beras per tahun, sementara kebutuhannya mencapai 660 ribu ton, sehingga kekurangan 500 ribu ton. Pembukaan sawah baru di Provinsi Papua, Papua Selatan, dan Papua Barat diharapkan menutup gap ini tanpa ketergantungan pasokan dari luar pulau. Presiden Prabowo Subianto menekankan pembangunan lumbung pangan bertingkat hingga desa untuk mendukung program ini.
Rincian Pembagian Lahan
Papua: sekitar 20 ribu hektare.
Papua Selatan: 50 ribu hektare.
Papua Barat Daya: 17 ribu hektare, plus potensi di Sorong dan Papua Barat.
Proyek ini melibatkan percepatan infrastruktur seperti gudang dan logistik, serta peningkatan produksi lokal seperti jagung, sagu, dan singkong.
Dampak Ekonomi dan Strategis
Swasembada pangan di Papua akan menekan inflasi akibat biaya transportasi beras dari Jawa atau Makassar. Langkah ini bagian dari visi nasional seluruh Indonesia mandiri pangan pada 2027, dengan fokus stabilitas nasional.

