Pertamina Pasok 100.000 Barel BBM ke Shell Indonesia
PT Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan 100.000 barel bahan bakar minyak (BBM) ke jaringan SPBU Shell Indonesia, mengatasi kekurangan stok yang terjadi sejak Agustus 2025. Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk memenuhi arahan pemerintah dalam mendukung operator SPBU swasta. Dengan pengiriman ini, Shell dapat kembali mendistribusikan BBM ke masyarakat hingga akhir tahun.
Latar Belakang Kekurangan Pasokan
Shell Indonesia mengalami kekosongan stok BBM sejak Agustus 2025, yang memicu kesepakatan dengan Pertamina untuk pembelian base fuel murni sebanyak 100.000 barel atau satu kargo. Kesepakatan ini diraih melalui proses tender berbasis Good Corporate Governance (GCG), termasuk joint surveyor dan negosiasi open book. Wakil Menteri ESDM menyatakan kargo tersebut dijadwalkan tiba pada akhir November 2025 untuk memenuhi kuota hingga 2026.
Proses Penyaluran dan Total Suplai
Penyaluran ke Shell melibatkan prosedur bongkar muat di SPBU swasta dengan memenuhi semua persyaratan komoditas yang diajukan. Total suplai Pertamina ke SPBU swasta, termasuk BP-AKR, Vivo, dan Shell, mencapai 430.000 barel, menunjukkan kapasitas responsif Pertamina Patra Niaga. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menekankan peran strategis ini sebagai mitra B2B.
Dampak bagi Pasar Energi Nasional
Langkah ini menegaskan kolaborasi Pertamina dengan badan usaha swasta sesuai arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, memastikan ketersediaan energi nasional. Shell kini menyiapkan distribusi ke SPBU-nya, meningkatkan pelayanan bagi konsumen. Penyaluran selesai pada 5 Desember 2025, memperkuat stabilitas pasokan BBM di Indonesia.

