PLN Kolaborasi UNS: Dorong Literasi Energi Hijau via REC untuk Rakyat
PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk meningkatkan literasi energi terbarukan melalui Renewable Energy Certificate (REC), instrumen yang memastikan penggunaan energi hijau oleh pelanggan.
Kuliah umum bertema "PLN Mendukung Penggunaan Green Energy Melalui REC" digelar pada 2 Desember 2025 di Hall Sekolah Pascasarjana UNS, menargetkan sivitas akademika agar aktif dalam transisi energi bersih.
Apa Itu REC dan Manfaatnya
REC memberikan pengakuan resmi bagi pelanggan yang berkomitmen pada energi terbarukan, mendorong partisipasi masyarakat dalam pengurangan emisi. Program ini selaras dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, yang memprioritaskan 76% pembangkit baru dari energi baru terbarukan (EBT) dengan kapasitas mencapai 42,1 GW, dua kali lipat dari kondisi saat ini. Upaya ini mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060 dengan menggeser bauran energi dari batu bara ke sumber hijau.
Acara Kuliah Umum di UNS
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & DI Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi, menjadi narasumber utama yang menekankan komitmen PLN untuk listrik andal, hijau, dan berpihak pada rakyat. Wakil Rektor UNS Prof. Irwan Trinugroho menyambut positif, menyebut kegiatan ini memperkuat literasi energi bersih, termasuk potensi energi dari pengolahan sampah untuk Green Campus UNS. Peserta termasuk mahasiswa internasional seperti Hana dari Aljazair, yang mendapat wawasan baru tentang transisi energi Indonesia.
Dampak untuk Green Campus dan Masyarakat
Kolaborasi ini mendukung pengurangan emisi, efisiensi energi, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di UNS. PLN berharap generasi muda memahami peran REC dalam pembangunan hijau, sebagai strategi menyediakan listrik terjangkau dan ramah lingkungan. Inisiatif ini bagian dari inovasi PLN untuk masa depan energi bersih bagi bangsa.

