Presiden Prabowo Minta Mendagri Copot Bupati Aceh Selatan Umrah saat Bencana
Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk memproses pencopotan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS yang pergi umrah tanpa izin saat wilayahnya dilanda banjir dan longsor. Pernyataan tegas ini disampaikan saat rapat percepatan penanganan bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu (7/12/2025).
Kronologi Kejadian
Bencana banjir dan longsor melanda 11 kecamatan di Aceh Selatan, memaksa bupati menetapkan status tanggap darurat. Mirwan MS mengajukan izin umrah ke Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada 24 November 2025, tetapi ditolak karena daerah sedang dalam kondisi darurat hidrometeorologi. Meski demikian, bupati nekat berangkat, meninggalkan tugasnya setelah meninjau lokasi bencana.
Respons Prabowo
Prabowo menyebut tindakan Mirwan sebagai "desersi" ala militer, yaitu meninggalkan anak buah saat bahaya. Ia menegur keras, "Kalau yang mau lari, lari aja nggak apa-apa. Dicopot Mendagri bisa ya, diproses," sambil memuji bupati lain yang hadir dan berjuang untuk rakyat. Prabowo menekankan bahwa pejabat dipilih untuk menghadapi kesulitan, bukan menghindar.
Dampak Bencana dan Penanganan
Bencana merusak sawah, ladang pertanian, dan perumahan di Aceh Selatan, sehingga memerlukan bantuan rekonstruksi irigasi dan hunian. Rapat terbatas dipimpin Prabowo untuk mempercepat respons di Sumatera, termasuk bantuan untuk petani dan warga terdampak. Saat ini, sanksi administratif bagi Mirwan masih menunggu proses Mendagri.

