Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 30 Desember 2025

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 30 Desember 2025

IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan pada Selasa, 30 Desember 2025, setelah kenaikan signifikan sebelumnya, dengan potensi menguji level 8.670-8.725 jika bertahan di atas support kunci 8.630. 

Analisis teknikal menunjukkan sinyal bullish seperti golden cross pada Stochastic RSI dan peningkatan volume transaksi, didukung sentimen akhir tahun serta data ekonomi positif seperti PMI Manufaktur Indonesia di kisaran 53,6 dan inflasi terkendali 2,5%. Namun, tekanan jual potensial muncul dari wait-and-see attitude investor jelang pergantian tahun, dengan risiko koreksi jika gagal tembus resistance.

Analisis Pergerakan IHSG

IHSG kemarin ditutup menguat 1,25% atau 106 poin di 8.644, dibuka 8.546 dengan range harian 8.546-8.652, bertahan di atas MA5 dan MA20 yang mengindikasikan tren naik jangka pendek. 

Sektor consumer cyclical dan keuangan memimpin kenaikan, sementara faktor eksternal seperti FOMC minutes AS dan PMI China akan memengaruhi rotasi dana hari ini. Proyeksi harian: buy on breakout di atas 8.670 target 8.725, stop loss 8.590; support kuat di 8.630 dan 8.546 jika ada pullback.

Rekomendasi Saham Pilihan

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa 30 Desember 2025
(Foto Saham PTRO dari Google Finansial)
Berikut rekomendasi saham dari Phintraco Sekuritas dan analis Kontan untuk perdagangan 30 Desember 2025, fokus blue chip dan sektor prospektif:

BBRI: Buy on weakness, target Rp5.500-5.700, didukung valuasi murah dan dividen yield tinggi.

PTRO: Rekomendasi beli, potensi rebound dari level support dengan katalis ekspor.

BREN dan ADMR: Pilihan new economy, momentum kuat dari energi dan komoditas.

ASII dan TPIA: Buy ASII di Rp6.375-6.525 target Rp6.900; TPIA undervalued di sektor kimia.

AMMN dan PGAS: Tambahan watchlist untuk volatilitas tinggi dengan upside potensial.

Faktor Pengaruhi dan Strategi

Pantau data global seperti PMI Manufaktur China dan pidato pejabat The Fed yang bisa picu volatilitas, serta isu domestik seperti penutupan akhir tahun Bursa Efek Indonesia. 

Strategi trading: akumulasi di saham rekomendasi saat dip, diversifikasi ke sektor keuangan dan energi, hindari overleverage mengingat libur akhir tahun. Sebagai content creator finansial, pertimbangkan update real-time via platform seperti MOST atau IndoPremier untuk analisis mendalam.

Next Post Previous Post