Rekor! 10 Emiten Indonesia dengan Investor Terbanyak Sepanjang 2025

Rekor! 10 Emiten Indonesia dengan Investor Terbanyak Sepanjang 2025

Rekor! 10 Emiten Indonesia dengan Investor Terbanyak Sepanjang 2025 mencatat fenomena baru di Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana emiten fintech dan bank digital mendominasi daftar, menggeser raksasa perbankan tradisional seperti BBRI.

Daftar Lengkap Top 10 Emiten

Data terbaru dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir Desember 2025 menunjukkan lonjakan jumlah Single Investor Identification (SID) yang mencapai jutaan, didorong oleh kemudahan akses via aplikasi sekuritas digital. Berikut daftar lengkap berdasarkan jumlah investor aktif:

Peringkat

Kode Saham

Nama Emiten

Jumlah Investor (ribu)

Kenaikan YoY (%)

1

SUPA

Super Bank Indonesia

696

+45

2

BBRI

Bank Rakyat Indonesia

652

+12

3

BBCA

Bank Central Asia

570

+8

4

RLCO

Relo Group (IPO 2025)

515

+320 (baru)

5

GOTO

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk

498

+28

6

BMRI

Bank Mandiri

465

+10

7

BBNI

Bank Negara Indonesia

442

+15

8

BUKA

Bukalapak

421

+35

9

ASII

Astra International

398

+6

10

TLKM

Telkom Indonesia

385

+9

 Analisis Pergeseran Tren

Tahun 2025 jadi titik balik karena 26 emiten baru IPO, termasuk SUPA dan RLCO, langsung tembus top 5 berkat hype ritel investor muda yang haus cuan dari sektor digital. 

BBRI yang sebelumnya juara bertahan turun ke posisi kedua karena kompetisi dari bank digital seperti SUPA, yang tawarkan fitur seamless banking dan yield tinggi. Sementara BBCA dan BMRI bertahan kuat berkat dividen stabil dan brand trust, GOTO dan BUKA naik pesat didorong ekosistem e-commerce pasca-pandemi.

Faktor Pendorong Lonjakan

Aksesibilitas Digital: Platform seperti YP, XC, dan Ajaib catat transaksi harian jutaan SID baru, dengan 70% investor di bawah 35 tahun.

IPO Mania 2025: Emiten baru seperti RLCO (logistik) dan SUPA (fintech) rais dana Rp50 triliun+, tarik ritel via roadshow viral di TikTok dan YouTube.

Sentimen Pasar: Kebijakan BI rate stabil 5,75% dan stimulus Trump post-inaugurasi dorong inflow asing ke blue chip, tapi ritel dominasi small cap.

Data KSEI: Total SID nasional capai 15 juta, naik 25% YoY, dengan frekuensi trading emiten top ini rata-rata 10-20 juta lembar/hari.

Strategi Investasi untuk Ritel

Investor ritel seperti Anda yang track gold, saham, dan crypto bisa manfaatkan tren ini dengan diversifikasi: alokasikan 40% ke top 5 untuk stabilitas, 30% IPO baru untuk growth, dan sisanya ke dividen stock seperti BBRI/BBCA. 

Waspadai volatilitas—GOTO pernah turun 20% pasca-IPO—pantau laporan keuangan Q4 2025 dan RUPS 2026. Update KSEI bulanan jadi sumber andal untuk reconfirmasi, terutama jelang akhir tahun fiskal. Tren ini sinyal bull market berkelanjutan di 2026, tapi prioritaskan risk management amid gejolak global.

Next Post Previous Post