Stok Telur Akhir Tahun 74.500 Ton, Bapanas Sebut Cukup hingga Ramadan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok telur ayam ras akhir tahun 2025 mencapai 74.500 ton, surplus yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Ramadan 2026. Proyeksi neraca pangan menunjukkan ketersediaan aman meski konsumsi Nataru naik 7,9% menjadi 581 ribu ton di Desember. Kenaikan stok ini 154,2% dari akhir 2024, berkat produksi 544,4 ribu ton plus carry over 111,1 ribu ton.
Proyeksi Neraca Pangan
Produksi telur Desember 2025 diprediksi 544,4 ribu ton, menghasilkan total ketersediaan 655,5 ribu ton setelah ditambah stok November. Kebutuhan mencakup rumah tangga, non-rumah tangga, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetap terjaga tanpa impor signifikan. Surplus nasional ini menempatkan Indonesia sebagai produsen telur terbesar ketiga dunia dengan 6,52 juta ton tahunan.
Cukup hingga Ramadan
Stok akhir tahun 74,5 ribu ton (naik dari 29,3 ribu ton di 2024) menjamin pasokan stabil hingga puasa Ramadan sekitar Maret-April 2026. Bapanas koordinasi dengan Kementan untuk distribusi dari sentra produksi ke daerah defisit, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peternak rakyat (95% produksi) didukung klaster Ayam Merah Putih untuk jaga harga stabil.
Strategi Stabilisasi
Pemerintah terapkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan surat edaran kontrol peredaran telur fertil-infertil guna cegah gejolak harga pasca-Lebaran. Distribusi lintas daerah via koperasi dan pertukaran komoditas seperti jagung efisienkan logistik. Ini perkuat ketahanan pangan nasional di tengah lonjakan global.

