Superflu Subclade K Meledak di Eropa: Ancaman Baru untuk Indonesia?

Superflu Subclade K Meledak di Eropa: Ancaman Baru untuk Indonesia?

Superflu Subclade K, varian baru influenza A(H3N2), sedang meledak di Eropa dengan kasus yang muncul lebih awal dan intens dari musim sebelumnya.

Apa Itu Superflu Subclade K?

Subclade K merupakan mutasi dari strain H3N2 sebelumnya (seperti J.2.4.1), dengan perubahan genetik pada protein hemagglutinin yang membuatnya berbeda dari vaksin musiman 2025/26. Varian ini terdeteksi di semua benua sejak Mei 2025, menyumbang hingga sepertiga kasus H3N2 global dan hampir setengah di Eropa. Meski menular cepat karena rendahnya imunitas populasi, belum ada bukti menyebabkan penyakit lebih parah dibanding flu biasa.

Situasi di Eropa

Musim flu 2025/26 dimulai lebih dini di EU/EEA, didorong A(H3N2) subclade K yang kini hingga 90% kasus di wilayah WHO Eropa. Lonjakan juga terlihat di Inggris, Kanada, dan Jepang, dengan peningkatan kunjungan medis primer. Vaksin musim ini menunjukkan mismatch antigenik, tapi tetap efektif cegah kasus berat.

Ancaman untuk Indonesia?

Belum ada laporan kasus signifikan di Indonesia per Desember 2025, tapi risiko masuk via perjalanan internasional tinggi mengingat penyebaran global. Sebagai negara tropis, flu H3N2 bisa menyebar sepanjang tahun; waspada saat libur akhir tahun. Kementerian Kesehatan Indonesia pantau varian ini, mirip respons terhadap flu musiman sebelumnya.

Gejala dan Pencegahan

Gejala mirip flu biasa: demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan kelelahan ekstrem, terutama pada lansia dan anak.

Vaksinasi influenza tetap prioritas, meski kurang cocok—lindungi dari komplikasi.

Cuci tangan rutin, pakai masker di keramaian, hindari kontak dekat penderita.

Isolasi diri jika sakit, dan konsultasi dokter untuk antiviral seperti oseltamivir jika berisiko tinggi.

 

Next Post Previous Post