Tolak Premanisme, Ratusan Arek Suroboyo Geruduk Kantor Ormas Madas
Latar Belakang Kasus
Kasus bermula dari tindakan oknum Ormas Madas yang diduga meratakan rumah Nenek Elina tanpa proses hukum yang jelas, memicu kemarahan publik. Video kejadian yang viral di media sosial memperlihatkan pengusiran paksa terhadap lansia tersebut, yang dinilai tidak manusiawi dan merusak citra Kota Pahlawan. Sebelumnya, aksi "Surabaya Melawan" di Taman Apsari juga mengecam arogansi serupa, dengan massa menyuarakan tuntutan pembubaran ormas bermasalah.
Jalannya Aksi
Ratusan Arek Suroboyo datang dengan sepeda motor, meneriakkan slogan penolakan premanisme sambil mengepung kantor Ormas Madas. Koordinator aksi, Purnama dari Viral for Justice, menyampaikan pesan tegas agar ormas tersebut dibubarkan dan kasus Nenek Elina diusut tuntas hingga ke tingkat pusat. Massa juga menuntut pemerintah lebih selektif dalam pemberian izin ormas untuk mencegah sentimen buruk bagi masyarakat lokal.
Tuntutan Massa
Pembubaran Ormas Madas yang dianggap kerap membuat gaduh dan berlaku preman.
Penangkapan serta pengadilan bagi oknum pelaku pengusiran Nenek Elina, termasuk ganti rugi kerugian.
Tindakan tegas dari polisi dan pemerintah daerah, dengan ancaman penyisiran jika tidak ditangani.
Penolakan konten provokatif dan intimidasi yang merugikan citra suku tertentu.
Aksi ini menunjukkan semangat gotong royong warga Surabaya dalam menjaga ketertiban, dengan harapan aparat bertindak profesional untuk kondusivitas kota.

