WIFI Anjlok Usai Ungkap Kinerja, Ini Rekomendasi Beli atau Jual?
| (Foto Saham WIFI dari Google Finansial) |
Kinerja Keuangan Terbaru
Per 30 September 2025, WIFI mencatat pendapatan usaha bersih Rp1,01 triliun, naik 100,99% YoY, didorong ekspansi konektivitas dan layanan digital. Namun, laba bersih turun 29,4% QoQ menjadi Rp102,41 miliar, akibat biaya keuangan melonjak 160% dari beban bunga dan ekspansi CAPEX. Secara keseluruhan FY, pendapatan mencapai Rp671,85 miliar dengan laba bersih Rp231,19 miliar, ROE solid di 23,84%.
Pergerakan Harga Saham
Harga saham WIFI saat ini sekitar Rp3.050, turun 5,63% dalam 24 jam terakhir per akhir perdagangan terkini, meski YTD naik 643,90% dari level rendah Rp120. Puncak tertinggi dicapai Rp4.190 pada Oktober 2025, tapi kini tertekan di bawah Rp3.200 setelah rilis laporan, dengan kapitalisasi pasar Rp16,99 triliun dan P/E 20x. Beta rendah 0,49 menandakan volatilitas relatif stabil dibanding IHSG.
Faktor Penekan dan Prospek
Penurunan dipicu biaya pendanaan tinggi untuk rencana 5G FWA dan akuisisi aset serat optik, plus target 40 juta home-pass dalam 5 tahun. Dukungan pemerintah untuk internet terjangkau dan kemitraan dengan Nokia/Open RAN jadi katalis jangka panjang, meski rights issue dan lelang spektrum 1,4 GHz berisiko. Anak perusahaan seperti PT Solusi Pembayaran Gerai perkuat diversifikasi ke e-commerce dan hiburan.
Rekomendasi Analis
Ciptadana Sekuritas tetap rekomendasikan buy dengan target Rp3.000-Rp4.000, undervalued pada EV/EBITDA 5,3x-10,1x vs sektor. Investor disarankan hold jika sudah pegang, buy on weakness untuk entry di bawah Rp3.000, tapi jual jika biaya keuangan tak terkendali. Pantau update Q4 2025 untuk konfirmasi recovery.

