5 Alasan Emas Naik Terus: Inflasi Persisten Hingga Geopolitik Global
Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan stabil di tengah dinamika ekonomi global saat ini. Berikut lima alasan utama yang mendorongnya, mulai dari inflasi hingga ketegangan geopolitik.
Inflasi Persisten
Inflasi yang berkepanjangan menggerus daya beli mata uang fiat, mendorong investor beralih ke emas sebagai lindung nilai. Di Indonesia, emas perhiasan bahkan menjadi penyumbang inflasi terbesar selama 27 bulan berturut-turut hingga November 2025, dengan kenaikan mencapai 3,99%. Ketika harga barang naik, nilai intrinsik emas tetap stabil, membuatnya diminati untuk melindungi kekayaan.
Ketidakpastian Ekonomi
Krisis ekonomi global seperti resesi atau pandemi memicu aliran dana ke aset aman seperti emas. Investor menghindari saham berisiko tinggi dan memilih emas yang fluktuasinya lebih rendah di saat ketidakpastian. Contohnya, selama krisis keuangan sebelumnya, harga emas melonjak signifikan karena permintaan safe haven yang meningkat.
Geopolitik Global
Konflik internasional seperti perang atau ketegangan perdagangan meningkatkan permintaan emas sebagai aset perlindungan. Ketidakstabilan geopolitik membuat investor global mencari kestabilan, sehingga harga emas cenderung naik tajam. Situasi terkini di berbagai wilayah dunia memperkuat tren ini.
Kebijakan Bank Sentral
Bank sentral dunia, termasuk yang di Asia, aktif menambah cadangan emas untuk diversifikasi aset dari ketergantungan dolar AS. Pembelian besar-besaran ini langsung mendongkrak harga emas secara global. Selain itu, suku bunga rendah membuat deposito kurang menarik, mendorong alokasi ke emas.
Permintaan vs Pasokan Terbatas
Permintaan emas untuk perhiasan, industri, dan investasi terus tinggi, sementara pasokan tambang terbatas. Faktor ini menciptakan ketidakseimbangan yang menaikkan harga secara berkelanjutan, terutama di pasar seperti Indonesia dan Asia. Tren ini diperkirakan berlanjut seiring pertumbuhan ekonomi di negara berkembang.

