ADRO Masih Punya Peluang Naik Drastis 2026: Prediksi Harga Batubara & Strategi Beli

ADRO Masih Punya Peluang Naik Drastis 2026: Prediksi Harga Batubara & Strategi Beli

Saham ADRO (PT Alamtri Resources Indonesia Tbk) masih menunjukkan potensi kenaikan signifikan di 2026 meski sektor batubara menghadapi tekanan harga global, didukung oleh volume penjualan solid dan diversifikasi ke energi terbarukan. 

Prediksi harga batubara cenderung sideways hingga melemah akibat stok tinggi dan naiknya energi terbarukan, tapi kebijakan pemangkasan produksi nasional berpotensi menstabilkan harga dan mengurangi oversupply. Strategi beli saat ini direkomendasikan secara spekulatif oleh analis dengan target harga rata-rata Rp2.500–Rp2.630 dari level saat ini sekitar Rp1.810.

Prediksi Harga Batubara

ADRO Masih Punya Peluang Naik Drastis 2026: Prediksi Harga Batubara & Strategi Beli
(Foto Saham ADRO dari Google Finansial)
Harga batubara global diproyeksikan tertekan dalam 6–12 bulan ke depan karena kelebihan pasokan, meski ada harapan pemulihan dari pemangkasan produksi 2026 dan permintaan stabil dari PLTU di Indonesia serta ekspor ke India-China. 

Analis memperkirakan ASP tetap terjaga jika supply-demand berimbang, dengan kinerja ADRO didukung volume penjualan 4,4 juta ton (Jan-Sep 2025, naik 17% YoY). Risiko utama termasuk bea keluar baru mulai Januari 2026 yang bisa tekan daya saing ekspor.

Target Harga ADRO

Konsensus analis beri target rata-rata Rp2.556, dengan rentang Rp2.000–Rp3.800, mencerminkan optimisme pada transformasi energi ADRO seperti ekspor listrik surya ke Singapura (tarif USD0,25/kWh). Rekomendasi beli dari berbagai analis: Rp2.500 (satu sumber), Rp2.630 (lainnya), hingga speculative buy Rp2.400. Saham batubara seperti ADRO melesat awal 2026 berkat ekspektasi kebijakan pemerintah.

Strategi Beli

Speculative Buy: Akumulasi di level rendah saat pullback, target jual Rp2.400–Rp2.600, dengan stop-loss di bawah Rp1.700 untuk mitigasi volatilitas harga batubara.

Trading Buy: Manfaatkan momentum kenaikan saham batubara pasca-pemangkasan produksi, fokus volume solid ADRO (1,5 juta ton Q3-2025, naik 28% YoY).

Jangka Panjang: Diversifikasi ADRO ke listrik/terbarukan kurangi ketergantungan batubara, plus arus kas kuat dari bisnis inti.

Pantau IHSG dan rupiah (nyaris Rp17.000), serta update kebijakan bansos/pemerintah yang bisa pengaruhi sentimen pasar.

 

Next Post Previous Post