Apa Itu Ascardia? Kegunaan untuk Jantung, Stroke, dan Nyeri
Ascardia merupakan obat yang mengandung asam asetilsalisilat atau aspirin dengan dosis umum 80 mg per tablet, berfungsi sebagai antiplatelet untuk mencegah penggumpalan darah. Obat keras ini hanya boleh digunakan atas resep dokter karena berisiko menyebabkan perdarahan jika disalahgunakan.
Kandungan dan Cara Kerja
Ascardia menghambat enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2) yang mengurangi produksi tromboksan, sehingga trombosit tidak mudah menggumpal dan membentuk trombus di pembuluh darah. Efek ini menurunkan risiko penyumbatan arteri, sekaligus meredakan nyeri dan peradangan melalui penghambatan prostaglandin.
Kegunaan untuk Jantung
Obat ini mencegah angina pektoris, infark miokard, dan serangan jantung pada pasien berisiko tinggi dengan dosis rendah harian 80-150 mg. Diberikan segera setelah serangan jantung untuk mengurangi kerusakan jaringan dan mencegah kejadian ulang.
Kegunaan untuk Stroke
Ascardia efektif mencegah stroke iskemik dan transient ischemic attack (TIA) dengan menghambat agregasi trombosit pada pasien pasca-stroke atau berisiko. Dosis awal bisa 160-320 mg untuk penanganan dini, lalu dilanjutkan dosis rendah jangka panjang.
Kegunaan untuk Nyeri
Pada dosis lebih tinggi (325-650 mg setiap 4-6 jam), Ascardia bertindak sebagai analgesik untuk sakit kepala, gigi, atau nyeri ringan, serta antipiretik untuk demam. Efek antiinflamasi juga membantu kondisi seperti radang sendi ringan.

