BI Peringatkan: Kredit Macet Bank Masih Gede, Capai Rp 2.439 Triliun

 

BI Peringatkan: Kredit Macet Bank Masih Gede, Capai Rp 2.439 Triliun

Bank Indonesia (BI) memperingatkan bahwa kredit nganggur atau undisbursed loan di perbankan masih tinggi, mencapai Rp2.439,2 triliun per akhir Desember 2025. Angka ini turun sedikit dari Rp2.509,4 triliun pada November 2025, namun setara 22,12% dari total plafon kredit tersedia, menandakan permintaan kredit usaha yang lemah.

Penyebab Utama

Permintaan kredit rendah akibat pelaku usaha wait-and-see, optimalisasi dana internal korporasi, serta suku bunga kredit yang masih tinggi. Kapasitas bank tetap kuat dengan DPK tumbuh 13,38% yoy, tapi segmen UMKM dan konsumsi berisiko tinggi sehingga syarat kredit lebih ketat.

Tren Terkini

Pertumbuhan kredit 2025 capai 9,69% yoy, didorong kredit modal kerja (12,21% yoy) dan investasi (10,52% yoy).

Lending requirement lebih longgar secara keseluruhan, kecuali UMKM dan konsumsi.

BI proyeksi pertumbuhan kredit 2026 di 8-12%, didukung penurunan suku bunga dan insentif makroprudensial.

Dampak Ekonomi

Situasi ini mencerminkan pemulihan ekonomi yang hati-hati; BI koordinasi dengan pemerintah untuk dorong penyaluran kredit. Bagi investor IHSG dan saham perbankan, pantau keputusan BI Rate serta tren kredit untuk pengaruh pada profitabilitas.

Next Post Previous Post