Bitcoin Anjlok Gara-Gara Geopolitik, Bursa Kripto RI Hantui Krisis Kepercayaan
Bitcoin baru-baru ini anjlok di bawah US$90.000 akibat ketegangan geopolitik global, seperti sengketa tarif AS-Eropa soal Greenland dan volatilitas obligasi Jepang. Hal ini memicu sentimen risk-off di pasar, menyebabkan aksi jual besar-besaran pada aset berisiko seperti kripto, termasuk di bursa Indonesia.
Penyebab Utama Anjlok
Gejolak geopolitik mendorong investor menjual aset berisiko untuk menyeimbangkan portofolio, sehingga meningkatkan volatilitas dan volume transaksi di derivatif kripto. Menurut Antony Kusuma dari Indodax, Bitcoin kini terhubung erat dengan dinamika makroekonomi global, bukan lagi aset independen.
Bursa seperti Indodax dilanda krisis kepercayaan akibat koreksi ini, dengan lonjakan volatilitas yang mencerminkan tekanan global. Namun, fundamental Bitcoin tetap solid; ini lebih bersifat tekanan eksternal sementara.
Tips untuk Investor
Fokus pada investasi jangka panjang, pahami risiko volatilitas, dan pantau likuiditas global serta kebijakan geopolitik, seperti saran Indodax. Sebagai trader kripto di Indonesia, diversifikasi portofolio bisa membantu mitigasi risiko semacam ini.

