Bitcoin Turun di Bawah $92.000 Setelah Ancaman Tarif Greenland dari Trump

 

Bitcoin Turun di Bawah $92.000 Setelah Ancaman Tarif Greenland dari Trump
(Foto Harga Bitcoin dari Coinmarketcap)
Bitcoin baru-baru ini anjlok di bawah level US$92.000 akibat ancaman tarif baru dari Presiden Donald Trump terkait negosiasi pembelian Greenland, yang memicu sentimen risk-off di pasar global termasuk kripto. Penurunan ini terjadi pada 19 Januari 2026, di tengah volatilitas tinggi setelah BTC sempat menyentuh puncak US$98.000 awal bulan ini, dengan likuidasi posisi long mencapai ratusan juta dolar.

Harga Bitcoin Terkini

Harga Bitcoin saat ini berada di sekitar US$92.582, turun 1,12% atau US$1.051 dari penutupan sebelumnya. Level terendah hari ini mencapai US$91.935, sementara tertinggi US$93.630, mencerminkan tekanan jual yang kuat pasca-pengumuman Trump. Dukungan kunci berikutnya berada di US$90.000, di mana trader kripto banyak memantau untuk potensi rebound jika tekanan geopolitik mereda.

Detail Ancaman Tarif Trump

Presiden Trump mengumumkan tarif 10% pada barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari 2026, yang akan naik menjadi 25% pada Juni kecuali kesepakatan pembelian Greenland tercapai. 

Para pemimpin Eropa merespons dengan kritik keras dan ancaman membatalkan kesepakatan dagang sebelumnya, memperburuk ketegangan perdagangan yang memengaruhi aset berisiko seperti kripto. Isu Greenland ini melanjutkan retorika Trump sejak masa kampanye, di mana ia pernah menyatakan minat membeli wilayah tersebut untuk kepentingan strategis AS.

Dampak ke Pasar Kripto

Penurunan Bitcoin menghapus keuntungan akhir-tahun lalu, dengan likuidasi US$600 juta posisi bullish dalam 24 jam terakhir, diikuti penurunan Ether 4,9% dan Solana 8,6%. Investor beralih ke aset safe-haven seperti emas, yang justru melonjak, menandakan pola risk-off daripada penjualan spesifik kripto. Meski demikian, inflow ETF Bitcoin tetap kuat sebelumnya, menunjukkan fundamental jangka panjang masih solid meski tertekan berita jangka pendek.

Analisis dan Prospek

Analis memandang ini sebagai reaksi sementara terhadap ketidakpastian kebijakan Trump pasca-pelantikan Januari 2025, mirip pola sebelumnya saat ancaman tarif ke China dan UE memicu volatilitas pada 2025. Jika tarif terealisasi, pasar kripto berpotensi turun lebih dalam ke US$85.000, tapi pemulihan bisa cepat jika negosiasi Greenland berhasil atau data ekonomi AS positif. Bagi investor di Indonesia seperti Anda yang aktif pantau kripto, disarankan diversifikasi ke stablecoin atau emas digital sambil tunggu konfirmasi support US$90.000.

Next Post Previous Post