BlackRock Borong Saham BUMI Saat Jatuh Tajam, Siap Pump Lagi?

 

BlackRock Borong Saham BUMI Saat Jatuh Tajam, Siap Pump Lagi?

BlackRock memang tercatat membeli saham BUMI saat harganya jatuh tajam baru-baru ini. Namun, ini tampak sebagai akumulasi rutin investor institusi, bukan sinyal pasti "pump" harga besar-besaran.

Saham BUMI turun sekitar 12% menjadi Rp360 per saham pada pekan berakhir 23 Januari 2026, dengan arus keluar dana asing Rp2,3 triliun selama dua pekan.

BlackRock membeli 1,40 juta lembar pada 21 Januari 2026, sehingga total kepemilikannya naik ke 1,95 miliar lembar (0,54% saham beredar).

Investor lain seperti Dimensional Fund juga akumulasi 62,81 juta lembar pada 22 Januari 2026.

Potensi Kenaikan Harga

BlackRock Borong Saham BUMI Saat Jatuh Tajam, Siap Pump Lagi?
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Rebalancing indeks MSCI pada Mei 2026 bisa picu inflow dana lebih besar, didukung peningkatan free float via crossing Rp6,9 triliun pada 19 Januari.

Analis perkirakan target Rp600-Rp800 (konservatif) hingga Rp1.000 (agresif) di 2026, meski ada risiko overhang dari penjualan besar seperti Treasure Global.

BlackRock punya riwayat borong BUMI saat koreksi sebelumnya, seperti Desember 2025 dan Juli 2024, tapi tidak selalu langsung pump signifikan.

Next Post Previous Post