BLUE: Profil Lengkap Saham Berkah Prima Perkasa, Potensi Rebound 2026?

BLUE: Profil Lengkap Saham Berkah Prima Perkasa, Potensi Rebound 2026?

PT Berkah Prima Perkasa Tbk (kode saham BLUE) bergerak di bidang perdagangan grosir peralatan komputer, alat tulis kantor, serta jasa percetakan, termasuk produk seperti tinta, toner, kertas termal, printer POS, dan layanan cetak tekstil. Perusahaan ini didirikan pada 2014 dengan kantor pusat di Jakarta dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Profil Keuangan

Market cap sekitar Rp139-255 miliar dengan jumlah saham beredar 418 juta lembar. Revenue trailing twelve months (ttm) Rp160 miliar dan laba bersih ttm Rp16 miliar, menghasilkan EPS Rp39 dan PE ratio 8.5-17 kali tergantung data terbaru. Perusahaan konsisten untung 5 tahun berturut-turut dengan DER rendah (0.06) dan current ratio sehat, meski net profit margin tipis di bawah 10%.

Kinerja Terkini
BLUE: Profil Lengkap Saham Berkah Prima Perkasa, Potensi Rebound 2026?
(Foto Saham BLUE dari Google Finansial)

Q2-2025 menunjukkan rebound laba bersih +253% YoY menjadi Rp1,4 miliar dari Rp397 juta tahun sebelumnya, meski nominal masih kecil. Tren laba 2020-2024 menurun drastis (Rp28 miliar ke Rp1 miliar), tapi stabil di 9M-2024 dengan margin kotor 13%. Dividen tahunan sekitar Rp23-25 per saham, yield 3.8-7.5%.

Analisis Teknikal

Harga saham baru-baru ini naik signifikan hingga Rp5.775 (Jan 2026) dari range 52-minggu Rp282-5.100, dengan beta rendah 0.08 menandakan volatilitas minim. Pola ascending triangle bullish sejak September 2025, didukung akumulasi insider dan RSI mendekati 65, target potensial Rp112-125 jika breakout.

Potensi Rebound 2026

Rebound Q2-2025 beri sinyal turnaround fundamental, ditambah setup teknikal kuat dan valuasi undervalued (Buffett intrinsic value Rp322). Namun, margin tipis, PE tinggi di level tertentu (sampai 854x di analisis singkat), dan market cap kecil (tier 3) buatnya rentan; cocok untuk momentum play daripada value investing jangka panjang. Insider buying dan stabilitas operasional bisa dorong kenaikan 12-15% jika laba lanjut tumbuh.

 

Next Post Previous Post